Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Awas! Terlalu Sering Meeting Daring, Zoom Dysmorphia Mengintai

Unsplash

Surabaya (beritajatim.com) – Baru ini muncul sebuah penelitian dari International Journal of Women’s Dermatology, yang mengungkap dampak fisik dan psikis akibat sering melakukan meeting daring. Fenomena itu kemudian disebut dengan Zoom Dysmorphia. Zoom Dysmorphia merupakan keadaan saat seseorang merasa mudah cemas dan khawatir pada penampilan fisik aslinya di dunia nyata yang nampak berbeda dengan tampilan di dunia virtual.

Perasaan itu kemudian berdampak pada rasa tidak percaya diri. Ditengarai masalah itu sendiri bermula dari terlalu sering memakai platform video call, juga pemanfaatan filter di platform itu demi memoles tampilan wajah agar terlihat enak dipandang oleh lawan bicara.

Para peneliti yang tergabung dalam studi itu menuliskan jika peningkatan waktu yang dihabiskan guna melakukan konferensi video, memakai media sosial, juga filter pada platform video call selama pandemi jadi penyebab utama memburuknya persepsi akan diri sendiri dan kesehatan mental.

Zoom Dysmorphia akan tampak ketika pemakai mengetahui kegiatan yang selama ini dilakukan secara virtual akan beralih kembali ke kegiatan fisik layaknya sebelum pandemi. Studi tersebut pun menerangkan jika 71% yang diteliti mengaku cemas saat diminta kembali bekerja secara tatap muka atau masuk ke kantor seperti biasa. Kepercayaan diri yang turun ini merupakan akibat dari Zoom Dysmorphia.

Studi itu juga diperkuat dengan riset lain, seperti dikutip dari Sciencedirect.com yang juga mengungkap kesulitan yang dialami dalam mengatasi gangguan Zoom Dysmorphia. Dari studi tersebut menunjukkan jika sebanyak 64% dari 7.295 responden menyatakan diri memilih untuk cari dukungan kesehatan mental untuk membantu menyembuhkan kondisi. Di samping itu, ada kurang lebih 30% dari keseluruhan responden mengaku bahwa punya niat untuk mengubah penampilan, itu dilakukan atas solusi untuk gangguan kecemasan yang dialami.

Masalah terkait penampilan yang banyak dikeluhkan responden terbagi sebagai berikut, mulai dari berat badan naik (37,1 %), bekas luka di kulit (32,36 %), dan jerawat (24,5 %). Studi ini turut pun mengukuhkan jika gangguan Zoom Dysmorphia rawan terjadi pada kelompok usia remaja rentang 18-24 tahun, utamanya perempuan. Hati-hati dengan Zoom Dysmorphia, sesuaikan masa bincang daringmu agar tidak berlebihan. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar