Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Asalnya dari Madura, Nasi Krawu Malah Jadi Kuliner Khas Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Masyarakat Gresik sudah tidak asing lagi dengan menu nasi krawu. Meski jadi kuliner khas Gresik, nasi krawu sebenarnya berasal dari Pulau Madura.

Nama ‘krawu’ berasal dari ‘krawuk’. Istilah ‘krawuk’ merujuk pada cara pengambilan makanan yang menggunakan jari-jari tangan seperti sedang mencengkeram.

Kuliner khas Gre sudah banyak dijajakan di kedai-kedai makanan. Tak lengkap bila berkunjung ke Gresik belum menyantap nasi krawu yang penyajiannya menggunakan daun pisang lalu dibungkus kertas.

Salah satu sesepuh pengelola warung nasi krawu, Surlena (62), menuturkan penyajian kuliner buatannya lebih enak dengan lamak atau alas daun pisang. Lebih mantap lagi jika ada tambahan parutan kelapa dengan bumbu kuning.

“Ciri khasnya nasi krawu lebih enak disantap pakai daun pisang. Unsur alaminya lebih terlihat,” ujarnya, Sabtu (7/05/2022).

Di Gresik, sajian nasi krawu semakin berkembang termasuk dari segi penampilan dan juga tambahan olahannya. Salah satu yang legendaris selain ‘Buk Tiban’. Yakni, nasi krawu di kawasan Jalan Sindujoyo Gresik yang dipawangi Nunuk.

“Biasanya disajikan lewat daun pisang karena lebih nikmat, tetapi seiring popularitas dan dibuat oleh-oleh. Kemasannya lebih efisien,” kata perempuan yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto Gresik.

Nunuk menjelaskan nasi krawu yang berbahan dasar daging sapi, dan jeroan itu sudah menjadi buruan banyak warga dari luar Gresik. Dirinya, pernah melayani pesanan hingga ke Kalimantan. Padahal, daya tahan makanan ini hanya dua hari.

Membuat nasi krawu, lanjut dia, bukanlah hal yang sulit. Hanya butuh ketelatenan. Daging sapi yang disajikan terlebih dulu dipotong-potong halus lalu dicampur dengan bahan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar jinten dan kecap manis.

“Biasanya orang Jawa suka yang manis-manis,” ungkapnya.

Agar dagingnya lebih halus dan tidak terlalu kering atau basah, dirinya menyarankan cukup direbus hingga 2,5 jam. Meski dominan nasi krawu disajikan lebih dominan pakai daging. Namun, bisa ditambahi daging utuh seperti empal dan usus dinilainya sebagai salah satu incaran favorit masyarakat.

“Setiap gerai krawu di Gresik memiliki sajian yang berbeda-beda dan cita rasa yang variasi,” tutur Nunuk.

Pemanis krawu sendiri, seperti serundeng dan krawu yang berwarna kuning serta merah dari parutan kelapa ini dijelasknannya butuh waktu satu jam untuk mendapat hasil maksimal.

“Bumbunya sama, tetap pakai bawang merah,putih, ketumbar jinten, hanya saja pewarnanya diberikan kunir atau cabai merah besar,” imbuh Nunuk.

Lebih spesial lagi nasi krawu dilengkapi dengan sambal yang berasal cabai pilihan dengan tambahan petis. Dengan mangut yang berbahan dasar kluwek tersebut, menambah kenikmatan saat menikmati nasi krawu.

Kuliner khas Gresik tersebut, juga bisa ditambahi pakai kuah semur. Kuah berwarna bening dengan hiasan rempah-remaoh dan campuran daging yang bisa disebut kaldu.

Salah satu konsumen nasi krawu, Irma Widyawati menyebutkan kuliner ini menjadi favorit keluarganya. Warga asal Sidoarjo itu, selalu mencari kedai nasi krawu sewaktu berkunjung ke Gresik.

“Cita rasanya khas dan manis khas jawa serta perpaduan sambal yang pedas, belum lagi jika ditambah kuah dan bali belut,” urainya.

Berbeda dengan pengunjung yang bernama, Sri Wahyuni yang mencicipi nasi krawu khas Gresik ini. Mahasiswi asal Surabaya itu menuturkan, kerap membeli di beberapa penjual nasi krawu di jalanan Surabaya menuju Gresik, hanya saja menurutnya sensasi nasi krawu Gresik dirasanya berbeda.

“Rasanya beda apalagi ditambah kuah semurnya yang khas, rasanya lebih enak serta jadi makanan yang pas untuk oleh-oleh,” pungkasnya. (dny/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar