Gaya Hidup

Arie Harry Salon Terapkan Protokol Kesehatan Standar Internasional

Surabaya (beritajatim.com) – Protokol kesehatan dilakukan di semua tempat, hanya saja penerapannya beragam. Salah satunya di salon Arie Harry yang menerapkan protokol kesehatan dengan standart internasional. Salon ini berada di kawasan Ngagel Jaya Selatan.

Penerapkan protokol kesehatan berstandart internasional itu di antaranya, sebelum melakukan treatmen, tamu harus mencuci tangan, handsanitizer, cek suhu badan hingga menyemprotkan fogging ozon untuk baju, tas dan jaket yang dikenakan tamu.

Kemudian ketika masuk ke area potong rambut tamu harus menggunakan tisu yang diikatkan ke leher. Hal ini dilakukan untuk membatasi interaksi antara tamu dan hair stylis. Agar tidak bersentuhan di bagian tertentu. Lalu tamu harus menggunakan cape bening sekali pakai.

“Seperti biasa pengunjung diwajibkan cuci tangan, ukur suhu tubuh dan memakai hand sanitizer serta masker sebelum memasuki ruangan. Yang lebih ekstra lagi kami melakukan fogging ozon yang aman bagi tubuh dan barang bawaan pelanggan,” ungkap Arie Hidayat, Owner Arie and Harry Salon dan Professional Hair Dresser, Jumat (17/7/2020).

Lanjutnya, Arie and Harry Salon memberikan keamanan pelanggannya dengan pemakaian plastic cape sekali pakai. “Penggunaan plastic cape tidak hanya bagi pelanggan, tapi juga seluruh karyawan. Hal itu didukung dengan penggunaan APD seperti masker, face shield dan sarung tangan,” kata Arie.

Mengikuti anjuran protokol pencegahan Covid-19, Arie and Harry Salon juga membatasai jumlah karyawan dan pelanggan dengan kapasitas maksimal 50 persen saja. “Jadi sangat kita batasi, mulai dari karyawan, alat, dan pengunjung. Yang datang juga harus melakukan appoinment by digital,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, sejumlah hal turut disesuaikan termasuk pengurangan jam operasional harian. Yakni, yang biasanya tutup pada pukul 19.00, dimajukan pukul 17.00 WIB. Memasuki transisi masa new normal, Arie mengatakan belum ada peningkatan pengunjung salon, pasca mengalami penurunan omzet hingga 90 persen sejak pandemi terjadi di Surabaya.

“Hampir 90 persen penurunan traffict pengunjung, jadi untuk saat ini yang dapat kami lakukan tetap memperketat protokol kesehatan dan rutin memanfaatkan peran media sosial,” tutupnya. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar