Gaya Hidup

Terobosan Kejari Kabupaten Mojokerto

Antisipasi Kerumunan, Bayar Denda Tilang Bisa Lewat Aplikasi

Kasi Pidum Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko.

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk mengantisipasi kerumunan dan pembayaran secara cash, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto saat ini sudah dilengkapi dengan e-Tilang. Sehingga masyarakat yang kena tilang gara-gara melanggar aturan lalu-lintas, tidak harus membayar denda ke Kejari namun cukup melalui aplikasi e-Tilang.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, pelanggar saat ini bisa memanfaatkan aplikasi e-Tilang untuk membayar denda tanpa harus ke Kejari Kabupaten Mojokerto. “Iya, aplikasi ini sudah mulai berlaku sejak Januari ini. Pelanggar bisa download aplikasi tilang.kejaksaan.go.id untuk melihat putusan dan besaran denda,” ungkapnya, Kamis (28/1/2021).

Masih kata Ivan, denda bisa dibayarkan melalui transfer baik di mesin Ajungan Tunai Mandiri (ATM), m-banking, situs jual beli online, Kantor Pos dan minimarket. Bukti pembayaran tersebut bisa dicetak sebagai bukti untuk pengambilan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di kantor kejaksaan.

“Namun pembayaran tersebut bisa dilakukan setelah ada putusan yang tertera di aplikasi tersebut. Kalau sudah putusan, denda sudah bisa dibayar. Jika belum ada putusan, belum bisa dibayarkan dendanya. Di aplikasi tersebut, pelanggar juga mengisi kapan akan mengambil SIM atau STNK di Kejaksaan. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan pembayaran secara cash,” katanya.

Aplikasi e-Tilang, lanjut Ivan, merupakan terobosan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menghindari kerumunan dan pembayaran secara cash di masa pandemi Covid-19. Pengambilan SIM atau STNK pelanggar tidak ada deadline, pelanggar bisa menentukan sendiri kapan akan diambil.

“Contoh orang luar Mojokerto kena tilang di Mojokerto, jika sudah diputus pelanggar bisa membayar denda. Nah, untuk pengambilan SIM atau STNK, bisa kapanpun juga terserah pelanggar. Tidak ada deadline harus hari itu juga, karena melihat jarak. Di aplikasi tersebut pelanggar bisa menulis kapan dia bisa mengambil. Denda ini langsung masuk rekening Kejagung,” ujarnya.

Ivan menambahkan, layanan e-Tilang di Kejari Kabupaten Mojokerto mulai diterapkan per bulan Januari 2021 ini. Hingga akhir bulan Januari 2021, sudah ada sudah ada sekitar 70 sampai 80 pelanggar yang sudah menggunakan aplikasi e-Tilang dengan pembayaran terbanyak melalui bank. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar