Gaya Hidup

Anggota Teater Gapus Raih Juara II Lomba Baca Puisi Antar Master

Surabaya (beritajatim.com) – Lomba Baca Puisi Antar Master diadakan oleh Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya pada tanggal 11-12 Desember 2019. Ajang ini diikuti oleh 45 peserta dari seluruh Indonesia.

Bode Riswandi selaku Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya sekaligus ketua pelaksana acara ini menyatakan bahwa lomba baca puisi antar master se-Indonesia merupakan acara pertama di tanah air. Mempertemukan para master baca puisi dari seluruh Indonesia.

Biasanya perlombaan baca puisi skala nasional dilaksanakan hanya terbatasi pada rentang umur saja. Perlombaan ini menjadi berbeda karena peserta yang ikut harus pernah menjadi juara baca puisi sebelumnya.

Karena itu, tim juri pun diisi oleh tiga nama yang telah malang melintang di jagat panggung baca puisi. Tim juri diketuai oleh maestro baca puisi Indonesia, yaitu Jose Rizal Manua dengan anggota juri Putu Fajar Arcana dan Hamdi Sala.

Anggota Teater Gapus Unair Jawa Timur Nurmutiara Lintang Sari berhasil meraih juara kedua. Sementara juara pertama diraih oleh Ahmad Benyamin dari Pontianak dan juara ketiga diraih oleh Edeng Syamsul Maarif dari Cirebon.

Perlombaan yang direncakan menjadi ajang rutinan dua tahun sekali ini merupakan usaha untuk membangkitkan lagi animo panggung pembacaan puisi yang sempat sangat digandrungi pada tahun 70-an.

Jose Rizal dalam sambutan penjuriannya mengungkap bahwa perlombaan baca puisi pernah begitu dicintai masyarakat. Bila ada lomba baca puisi, penonton lomba bisa mencapai seribu orang lebih.

Nurmutiara Lintang Sari yang akrab dipanggil Ajeng berpendapat bahwa animo peserta lomba baca puisi di Jawa Barat cenderung lebih ramai ketimbang di Jawa Timur. Dengan kemenangannya ini Ajeng berharap komunitas-komunitas maupun instansi sastra yang ada di Jawa Timur bisa menyambung geliat yang telah dipantik oleh perlombaan antarmaster ini.

“Saya kira kalau bicara perlombaan, sebenarnya bakat deklamator puisi Jawa Timur selalu diperhitungkan secara khusus. Setidaknya dalam hal gaya panggung, orang Jawa Timur bisa dikenali sendiri. Teman-teman dari Madura punya gaya baca sendiri, dari Jombang, Surabaya, Gresik, juga. Kalau itu dipertemukan dalam satu panggung, Jawa Timur sepertinya punya lebih banyak ragam tawaran,” ujar Ajeng kepada beritajatim.com, Jumat (13/12/2019).

Perempuan yang juga aktif berkegiatan di Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP) Surabaya ini pernah meraih juara I baca puisi putri di Peksiminas. Pada kesempatan lomba antar master berikutnya, Ajeng berharap lebih banyak lagi peserta dari Jawa Timur dan ia berharap mendapat kesempatan menyabet Piala Bergilir Master Baca Puisi Indonesia ke Jawa Timur. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar