Gaya Hidup

Anggota Polri di Bojonegoro Sukses dengan Ternak Ikan Koi

Kolam ikan koi milik Anggota Polri jajaran Polres Bojonegoro Andi Raharjo.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Berawal dari hobi, seorang anggota polri yang bertugas di jajaran Polres Bojonegoro akhirnya sukses menjadi peternak ikan koi. Kini, ikan koi miliknya mencapai ribuan dan sudah dijual ke berbagai daerah.

Buah manis dari hasil menekuni hobinya itu dilakukan oleh Andi Raharjo, yang juga merupakan anggota Polri yang bertugas di Polsek Kanor. Dia mulai usahanya sejak 2008 dan kini sudah memiliki ribuan ikan di tiga kolam miliknya.

Jenis ikan yang tergolong ikan hias itu dikelola bersama dengan keluarganya, di Dusun Sepat, Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu. Hal itu karena dia tidak mau meninggalkan profesinya yang harus melayani dan mengayomi masyarakat. “Awal 2008 itu mulai senang ikan koi, jadi masih kedakar hobi. Kemudian karena bnyak permintaan dari teman-teman akhirnya saya coba belajar jadi seller,” ujarnya, Kamis (18/3/2021).

Siapa sangka, berjalannya waktu pada 2015 dia bersama dengan adiknya mulai membuat kolam di lahan persawahan yang ada di belakang rumah untuk dijadikan budidaya ikan koi. Kini, kolam ikan miliknya sebanyak tiga tempat dengan berisi ribuan koi.

Menurutnya, perawatan ikan koi ini tergolong sulit. Bahkan, setiap jenis ikan koi tingkat penanganannya bisa berbeda. Mulai dari sirkulasi air, jenis kolam hingga kondisi air. Pemilahan perkembangan ikan juga harus dilakukan, mulai dari yang panjang 5 cm, 10-15 cm hingga 20 cm lebih.

“Dalam proses pemilahan ini, ikan-ikan mulai dipilih sesuai greatnya. Jika masuk great standar bisa langsung dilempar ke pasar dan yang tergolong great A untuk pembibitan dan kompetisi,” jelasnya.

Ikan koi sendiri bisa digolongkan menjadi beberapa jenis, seperti diantaranya jenis sohaku, kohaku, soa, shiro, ogon dan masih banyak lainnya. “Dalam proses belajar itu tidak mudah, bahkan pernah dalam satu kolam ikannyanmati semua karena pencemaran air,” terangnya.

Dari situ, dia terus belajar. Hingga akhirnya menjadikannya terus berkembang. Ikan-ikan koi yang dia miliki kini lebih banyak dijual ke luar daerah. Apalagi, sekarang pria yang akrab disapa Ambon itu sudah memiliki pembeli tetap dengan skala besar. “Kalau pasar di Bojonegoro sendiri itu masih tergolong kecil. Lebih banyak jual eceran, sehingga memilih menjual ke luar daerah dengan skala besar,” ungkapnya.

Adanya Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, menurutnya juga memiliki dampak besar terhadap permintaan ikan hias. Karena, lanjut dia, banyak orang yang lebih sering melakukan aktivitas di rumah sehingga kadang butuh hiburan lain agar tidak jenuh.

“Kalau sebelum Pandemi mungkin bisa melakukan liburan ke tempat-tempat wisata dan lainnya, tetapi karena Pandemi orang harus di rumah dan jatah untuk liburan ini akhirnya dialihkan untuk kegiatan-kegiatan yang menyenangkan yang bisa dilakukan di rumah,” katanya.

Salah seorang penghobi ikan koi di Desa Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro Ahmad Kadafi mengaku, sudah lama ia memiliki kolam ikan koi di dalam rumah. Ikan-ikan tersebut menurutnya bisa menjadi media hiburan dan self healing dengan kepenatan aktivitas yang dilakukan sehari-hari. “Sekarang sedang mengumpulkan beberapa jenis ikan koi yang langka. Karena ada kepuasan tersendiri jika melihat banyak motif dalam ikan koi itu sendiri,” ungkapnya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar