Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2022

Andrew Ionesta Olah Tanaman Binahong untuk Makanan

Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2022, Andrew Ionesta saat memasak tanaman binahong.

Mojokerto (beritajatim.com) – Daun binahong terkenal memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan, seperti meredakan reumatik, encok, flu tulang, dan pegal linu. Namun siapa sangka, daun binahong bisa diolah menjadi masakan lezat seperti tumis binahong, kripik binahong dan ayam rica-rica binahong.

Oalahan masakan dengan campuran tanaman yang memiliki nama latin Anredera Cordifolia ini ditunjukkan Andrew Ionesta, salah satu Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2022 di Alas Venue Trawas yang terletak di Jalan Raya Trawas – Mojosari, Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Didampingi seorang chef, siswa kelas 3 SDN Ketabang I/288 Surabaya memberikan cooking clas kepada ibu-ibu anggota komunitas Family Adventure Camp Community (FAC). Kali ini, menu masakan dengan olahan binahong yang dipilih adalah ayam rica-rica binahong.


Dengan cekatan, Nones (panggilan akrab, red) menunjukan cara membuat makanan dengan mengkombinasikan tanaman yang berasal dari daratan China. Tanaman binahong tersebut digunakan sebagai pelengkap layaknya daun kemangi sehingga menghasilkan rasa lezat.

Rasa dan tekstur binahong seperti kangkung, bayam, maupun sayuran sejenis lainnya. Ini yang menjadikan tujuan anak Nones untuk mengkampanyekan tanaman binahong kepada masyarakat khususnya ibu-ibu anggota FAC yang mengikuti kegiatan Bakso Ayam Camp.

Kegiatan yang dikemas dalam bakti sosial anak yatim tersebut digelar selama dua hari, yakni tanggal 27-28 Agustus 2022. Tak hanya cooking clas, juga ada kegiatan lainnya seperti Lomba Agustusan. Lantaran kegiatan ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 77.

Salah satu Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2022, Andrew Ionesta mengatakan, ia mengajak ibu-ibu anggota komunitas FAC untuk memasak ayam rica-rica binahong dan pisang goreng. “Binahong banyak manfaatnya. Bisa menyembuhkan luka luar, sebagai minuman untuk menjaga kesehatan tubuh kita,” ungkapnya.

Jika sebelumnya masyarakat mengenal binahong sebagai tanaman obat, ia ingin mengkampanyekan kepada masyarakat jika binahong bisa dimuat untuk masakan yang lezat. Seperti yang sudah dilakukan pada kegiatan cooking clas yakni ayam rica-rica binahong.

“Tadi saya masak ayam rica-rica binahong atau rice bolw. Masaknya seperti pada umumnya, ayam dibersihkan kemudian dipotong-potong terlebih dahulu. Kita siapkan tepung untuk melumuri daging ayamnya dan digoreng ke dalam minyak panas. Setelah diberi bumbu, baru binahong yang sudah diiris dimasukkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Suyono Hadi Saputra mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Anredera Cordifolia yang sudah memperkenalkan kepada ibu-ibu anggota FAC terkait tanaman binahong. “Ternyata memang sangat berguna sekali,” katanya.

Selama ini tamanan binahong tidak jauh dari jamu atau untuk obat. Namun ide kreatif dari Anredera Cordifolia yang bisa mengkreasikan tanaman binahong menjadi sesuatu yang out of the box. Yakni bisa mengkreasikan tamanan binahong ke dalam menu makanan.

“Ternyata itu bisa dibuat sesuatu yang spesial oleh adek Nones. Luar biasa sekali. Dan komunitas FAC memiliki hobby yang sama yakni kegiatan outdoor dan tujuan utamanya bisa melibatkan seluruh keluarga bergembira bersama. Di FAC ada tiga kegiatan utama yakni perkemahan, gathering dan haiking. Kami mempunyai misi dalam tiga hal ini,” ujarnya.

Sekedar diketahui, selain bersekolah, Nones juga gemar bercocok tanam, terutama tanaman binahong. Dia aktif membudidayakan tanaman binahong. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, tidak kurang 10.650 bibit tanaman binahong yang sudah ditanam dan tersebar di empat kampung binaan.

Yakni di SDN Ketabang I/288 Surabaya, Rusun Tanah Merah, Jalan Kranggan, kawasan Driyorejo, serta Setro & Dukuh Setro 1A Dan 1 komunitas FAC. Aneka produk yang telah dihasilkan dari budidaya tanaman binahong yakni KrisHong (Krispi Binahong), Teh Mehong (Teh Melati Binahong), Puding Binahong, Es Cendol Binahong.

Dengan segudang pencapaian dan bukti nyata serta dukungan penuh dari keluarga, guru di sekolah dan teman-temannya, membuat Nones yakin dapat mengharumkan nama keluarga dan juga sekolahnya. Ia pun mengajak untuk semua mengikuti kegiatan penuh inspirasi dengan follow IG @andrew_ionesta dan kanal YouTube Andrew Ionesta.

Sementara itu, FAC sendiri merupakan komunitas keluarga pencinta alam dari wali murid SDN Ketabang Kali I/288 Surabaya sejak 10 tahun lalu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, komunitas ini berkembang hingga Jawa Timur. Ada sebanyak 200 keluarga yang sudah tergabung dalam FAC. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev