Gaya Hidup

Anang Hermansyah: Musisi Harapkan Konser Musik Seperti pada Aturan PKPU

Anang Hermansyah stori instagram ananghijau.

Surabaya (beritajatim.com) – Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) berharap Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) bisa diterapkan dalam kondisi konser normal. Anang Hermansyah, Pembina FEMI menjelaskan, dalam pasal 63 ayat (1) huruf b PKPU No 10 Tahun 2020 disebutkan model kampanye pilkada dapat menggelar konser musik.

Pada ketentuan berikutnya di Pasal 63 ayat (2) PKPU No 10 Tahun 2020 disebutkan kegiatan seperti konser tersebut dibatasi pesertanya sebanyak 100 orang. Juga tetap menggunakan protokol kesehatan pencegahan pengendalian Covid-19 serta melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di tiap daerah.

“Jika aturan tersebut dapat diterapkan di musisi cafe khususnya itu cukup baik, dengan syarat dan ketentuan yang sama seperti ada pembatasan pengunjung, menerapkan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 di tiap-tiap daerah,” Jelas Anang kepada beritajatim.com, Rabu (16/9/2020).

Harapan tersebut dilontarkan musikus senior Anang Hermansyah karena masa pandemi sangat ‘mencekik’ para musisi untuk menyelenggarakan konser musik. Hingga saat ini, para pekerja seni tak kunjung mendapat ijin pertunjukan baik di cafe maupun di tempat lainnya.

Oleh sebab itu jika aturan KPU membolehkan kampanye pilkada dengan menggelar konser musik saat masa pandemi ini. Maka pihaknya pun mengharapkan bahwa konser dengan menerapkan protokol kesehatan dan syarat lainnya juga bisa berlaku secara umum ke para musisi di Indonesia.

“Aturan KPU ini kontradiksi dengan kebijakan pemerintah soal larangan kegiatan kesenian seperti aktivitas musik di cafe. Kalau memang bisa, ya buka juga cafe dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan pengendalian Covid-19 dengan ketat,” ujar Anang saat di Denpasar, Bali saat ini.

Menurut musikus asal Jember ini, hingga saat ini, profesi seniman khususnya musisi di kafe-kafe kesulitan dalam menggelar kegiatan bermusik yang biasanya dilakukan di cafe dan tempat hiburan. Anang menambahkan, salah satu profesi yang hingga saat ini terpukul akibat Covid adalah para seniman khususnya yang selama ini berkesenian di cafe dan tempat hiburan.

“Aturan KPU ini terus terang membuat kita bingung. Kalau memang boleh ya ayo kita buka cafe dan tempat hiburan dan kita terapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat,” tegas Anang.

Namun jika pemerintah konsisten, imbuh Penasihat Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) ini, sebaiknya aturan kampanye dengan menggelar konser musik agar ditiadakan. Menurut dia, jika aturan ini tetap diterapkan ada asas keadilan yang dilanggar oleh pemerintah.

“Saran saya, baiknya aturan tersebut ditiadakan. Ada asas keadilan yang dilanggar. Musisi cafe tentu tidak mendapat perlakuan yang sama atas kebijakan ini,” sebut Anang.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Umum FESMI Candra Darusman mendukung pandangan Anang mengenai peraturan KPU tentang kampanye saat masa Pilkada. Dia mempertanyakan sikap pemerintah yang longgar dalam urusan pilkada namun ketat dalam urusan ekonomi pekerja musik. “mengapa untuk urusan kekuasaan, aturan musik longgar, sedangkan untuk urusan kemanusiaan (musisi jalanan serta cafe yang mencari nafkah) aturan musik dipersulit,” tegas Candra. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar