Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Alumni Sinlui 1 ‘89ers Gelar Baksos Makan Gratis Pada Warga Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah ekonomi yang semakin sulit dan juga masih belum lepas dari pandemi Covid-19, aksi kepedulian yang tinggi dilakukan oleh alumni SMA Katolik St.Louis 1 Surabaya angkatan 1989.

Kegiatan sosial yang dikoordinir oleh Nainny Kurniawati selaku ketua TIMES#2 ini diharapkan bisa sedikit membantu masyarakat Surabaya yang sedang membutuhkan uluran tangan. “Bahagia itu sederhana, kita bahagiakan orang lain dengan sedikit saja meringankan beban mereka maka kita juga akan bahagia,” ujar Nainny usai membagian makanan pada seorang tukang becak yang melintas.

Lebih lanjut Nainny mengatakan, kegiatan sosial ini rencananya akan dilakukan berkelanjutan. Sebab, saat ini banyak masyarakat Indonsia, Surabaya khususnya yang memerlukan sedikit bantuan untuk meringankan beban mereka. “Mudah-mudahan acara ini bisa membawa manfaat bagi orang-orang yang sudah menerimanya.Kegiatan ini kita laksanakan sebulan penuh yakni mulai 17 Mei 2022 sampai dengan 17 Juni 2022,” ujarnya.

Dalam kegiatanini turut juga dibantu oleh Kientari, Evelyn Magda , Cisca , Maureen, Ferry, Ming yin , Cahaya , Tony, Dolora Ika,Sylvia,Sofia, Cecilia Erni, Mingtarni dan semua alumni SMAK St. Louis 1 angkatan ‘89.

Terpisah kepala sekolah Katolik St.Louis 1 Surabaya yakni Yuni mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para alumni SMAK St. Louis 1 angkatan ‘89.

Masih menurut Yuni, kegiatan sosial seperti ini tidak hanya dilakukan sekali dua kali saja namun seringkali sehingga bisa membawa manfaat bagi sesama. “Saya sangat salut ya, karena meski mereka sudah alumni namun persaudaraan untuk berbuat baik sangat kuat. Selain itu, pihak sekolah juga masih dilibatkan dengan meminta ijin ke kami. Itu sangat kita hargai,” ujarnya.

Sementara itu, Haryono salah satu orang yang menerima bantuan makanan mengucapkan terimakasih pada para alumni SMAK St. Louis 1 angkatan ‘89 yang sudah menyisihkna rejekinya dengan memberikan makanan pada dia.

Pria asal Bojonegoro ini mengaku sangat terbantu dengan pemberian makanan dari mereka. Setidaknya, di hari itu pria yang berprofesi sebagai tukang becak ini tidak membeli makanan untuk mengisi perutnya. [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar