Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Alit Surabaya Gelar Pertemuan Duta Remaja Desa Se-Indonesia di Lereng Bromo

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah forum nasional yang dihadiri oleh remaja berbagai wilayah diselenggarakan oleh ALIT Indonesia pada tanggal 17-19 Maret 2022. Mereka yang hadir dalam forum ini adalah Duta remaja Desa Wisata Agro dan Desa Wisata Industri Ramah Anak dan Berkebudayaan (DEWA DEWI RAMADAYA).

Forum yang diselenggarakan di Tetirah Gayatri, Lereng Bromo ini sekaligus menjadi tonggak gerakan kepemudaan yang mendorong kemajuan bangsa.

Sebanyak 15 anak muda yang datang dari 12 desa di 9 Kabupaten/Kota di 3 provinsi, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur mewakili desa mereka, termasuk menyuarakan potensi-potensi yang ada di desa mereka sebagai sumber pangan, budaya dan wisata yang ramah anak.

Program Dewa Dewi Ramadaya sejak tahun 2020 telah mendorong terbentuknya Duta Remaja yang menjadi pelopor, penggerak dan inovator desa dalam rona yang lebih dinamis sesuai dengan perkembangan era.

Hal ini sejalan pula dengan hasil sensus kependudukan tahun 2020 yang menyatakan bahwa kelompok usia terbesar di Indonesia adalah Generasi Z. Di tangan mereka lah yang kemajuan bangsa diletakkan. Oleh karena itu, ALIT Indonesia terus mendukung dan memfasilitasi gerakan remaja di desa untuk memajukan desa.

Pada tahun 2020, telah terbentuk 9 Duta Nasional dan 200 Duta Desa yang bergerak dalam kerangka kebudayaan local mereka. Dilandasi dengan Hasta Brata, delapan sikap yang mulia dalam balutan tradisi local, seperti Waras (tradisi kesehatan dan sumber kesehatan), Wareg (tradisi pangan dan sumber pangan alami), Wasis (pendidikan budaya), Wastra (tradisi busana dan kain tradisional), Waskita (tradisi pengetahuan dan ritual tradisi), Wisma (tradisi hunian dan pengetahuan lansekap tradisional), Wicaksana (tradisi aturan adat), dan Waruga (tradisi olah tubuh dan bela diri), para remaja ini melestarikan dan mengkampanyekan nilai-nilai luhur yang hidup di lingkungan mereka di desa.

Rakai Kurmavatara, Program Manager ALIT Indonesia sekaligus pengampu para remaja ini menyatakan Gerakan remaja dengan mengangkat kebudayaan local, sekaligus juga mendorong kedaulatan desa sebagai sumber kehidupan. Dengan begitu, para remaja juga bisa lebih menghargai nilai-nilai dan pentingnya desa.

“Jika sudah begitu, anak-anak muda akan lebih banyak membangun desanya sendiri ketimbang harus mencari pekerjaan yang jauh di kota.‚ÄĚkata Rakai.

Rakai Kurmavatara yang juga menjadi pegiat tradisi bela diri Kali, warisan dari masa Majapahit ini juga membangun regenerasi para remaja ini, sehingga gerakan semakin meluas dan semakin banyak yang berpartisipasi. Pada tahun 2021, gerakan mencintai desa telah diikuti oleh ribuan anak-anak muda lain yang ikut dalam kompetisi musik dan video tentang desa yang diselenggarakan oleh para Duta.

Pada pertemuan nasional ini, menjadi salah satu bukti regenerasi yang berjalan, dengan terpilihnya 15 Duta Remaja baru menggantikan Duta Nasional sebelumnya yang telah bergerak selama dua tahun. Kelimabelas remaja ini terpilih sebagai Duta Nasional berdasarkan prestasi di berbagai bidang, semangat dan gerakan mereka sebelumnya dalam kegiatan remaja yang dikoordinir oleh Duta Nasional sebelumnya, konsistensi dalam aksi pemajuan kebudayaan, penyelamatan lingkungan dan perlindungan anak.

Berangkat sebagai para Duta Desa, kini mereka telah menjadi Duta Nasional yang diharapkan mengisi langkah-langkah Indonesia menuju Indonesia Emas, dengan gerakan konkrit sebagai sumbangsih sebagai anak bangsa. Indonesia berdaya, Indonesia berdaulat. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar