Gaya Hidup

Agung Sukses Ubah Limbah Kaca Jadi Barang Seni Bernilai Tinggi

Kediri (beritajatim.com) – Agung Purwanto, warga Mojoroto, Kota Kediri, mampu memanfaatkan limbah kaca menjadi kerajinan ukir kaca. Ia memulai usahanya atas keprihatinannya terkait limbah kaca yang banyak di sekitar rumahnya.

“Kebetulan tetangga sini ada yang punya usaha alumunium yang dibuat meja, rak dan etalase. Akhirnya sisa potongan kaca yang tak digunakan itu saya ambil untuk kerajinan ini,” ungkapnya, Minggu (27/12/2020).

Sebelumnya, Agung Purwanto adalah karyawan swasta di perusahaan lising atau keuangan perbankan. Hingga akhirnya ia memutuskan berhenti pada tahun 2017, lalu mencari pekerjaan yang lain. “Saya mencoba menggali potensi diri saya itu apa, lalu saya bisa menggambar. Alhamdulillah, kemudian berjualan dari kemampuan menggambar ini,” ujarnya.

Ia juga mengaku bahwa karya ukir kaca yang dibuat adalah hasil proses belajar yang dilakukan secara otodidak. “Kebetulan saya ini orangnya suka belajar, saya itu suka tantangan. Kemudian berpikir kaca. Pertama memang masih belum memuaskan karena siluet. Hingga akhirnya saya coba lagi karena saya ingat sebuah tulisan belajarlah yang sulit, karena yang mudah tak perlu dipelajari,” tuturnya.

Harga yang dipatok oleh Agung Purwanto ini berkisar mulai Rp 450 ribu hingga jutaan rupiah. “Yang sudah deal dengan saya ini ada ukuran 20 cm dikali 30 cm. Itu harganya Rp 450 ribu,” jelasnya.

Bapak 3 anak ini mengatakan kerajinan ukir kaca masih diminati di sekitar Kediri, Nganjuk dan Blitar. “Kalau lukisan kertas saya sudah sampai seluruh Indonesia, mulai Palembang, Jakarta Surabaya, serta Kalimantan,” tuturnya.

Untuk bahan yang digunakan dalam kerajinan ukir kaca, menurut Agung Purwanto, terdiri dari beberapa jenis. “Satu harus ada kaca bening biasa atau yang lebih bagus akrilik, karena kalau kaca gelap itu tidak support dengan lampu,” ujarnnya sembari mengatakan bahwa sejak pandemi Covid-19 ia memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produk. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar