Gaya Hidup

Rencana Gelar Pameran Tunggal

Agar Wayang Jawa Timuran Tak Tergerus Zaman

Surabaya (beritajatim.com) – Perajin wayang Jawa Timuran asal Surabaya, Danar Dwi Putra (30), berencana menggelar pameran tunggal. Tujuannya, untuk mengenalkan salah satu kekayaan budaya Jawa Timur. Juga agar wayang Jawa Timuran tidak hilang tergerus zaman.

“Jadi wayang semua buatan saya akan dipamerkan. Jarang ada pameran wayang dari satu penatah. Sekaligus wayang kulit ini kan jadi kekayaan kita orang Jawa Timur,” ucap Danar, warga Plampitan Surabaya, Minggu (12/7/2020).

Sebelum menggelar pameran, Danar ingin melaunching komiknya yang sebentar lagi dibuat. Dalam komik tersebut, ia menonjolkan karakter Semar dan Bagong. “Nah sekalian launching komik saya. Karena komik ini tujuannya untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa ini loh wayang, dan ini karakter tokohnya,” tambah dia.

Selanjutnya, kalau komik itu jadi, Danar akan menyebarkan cerita wayang tersebut ke Facebook dan Instagram. Supaya dapat bisa sampai ke anak-anak. Lantaran, Facebook dan Instagram banyak digandrungi kaula muda, juga anak-anak banyak yang mengaksesnya.

“Tapi sebelum itu, saya akan membuat tokoh-tokoh wayang yang memang sudah terkenal, seperti Gatotkaca, Bima dan semuanya yang populer dan tokoh yang besar-besar ini. Wayang itu yang nanti saya prioritaskan, karena anak-anak akan suka,” papar Danar.

Di kesempatan yang sama, Danar terlihat raut wajah sedih dengan mata berkaca-kaca, ketika menceritakan kondisi Wayang Jawa Timuran yang hampir punah. Karena sampai saat ini tidak ada yang mengurusi, dan bahkan koleksi wayang terdahulu masuk dalam museum di luar negeri.

Belum lagi, wayang di Jawa Timur sudah terpengaruh Wayang Solo. Perbedaannya adalah ukurannya yang lebih besar. Hal ini menurutnya karena terpengaruh pasar dan lebih populer di masyarakat. “Intinya ndak sampai memprihatinkan Wayang Jawa Timuran ini, masih bisa bernapas. Tapi memang belum bisa terkenal seperti wayang lain seperti Wayang Solo dan Jogja,” ujar dia.

Di Surabaya, menurut Danar, Wayang Jawa Timuran, atau lebih dikenal di Kota Pahlawan dengan nama Wayang Jekdong malah sudah hampir hilang. Maka dari itu, ia kini menjadi satu-satunya pembuat wayang asli dari kerajaan majapahit, tidak ada unsur menambah-nambahi.

Bahkan, kata Danar, pembuat wayang kini sudah hampir 50 persen bahkan 80 persen mengubah bentuk atau pakem wayang yang sebenarnya. Hal itu karena pengaruh pasar dan menyesuaikan permintaan dari pemesan. “Sekarang ini malah sudah hampir tidak tau gimana sebetulnya bentuk asli wayang, karena sudah banyak tambahannya,” lanjut dia.

Danar membeberkan ciri-ciri Wayang Jawa Timuran yang ia buat. Yakni mempunyai karakteristik tersendiri dengan menggunakan empat jenis pathet (ukuran). Selanjutnya hanya menyajikan dua panakawan yakni Semar dan Bagong.

Menurut Danar, perkembangan Wayang Jawa Timuran terbatas. Artinya hanya dinikmati oleh golongan tertentu atau golongannya sendiri, seperti di wilayah Kabupaten Jombang, Mojokerto, Malang Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan di pinggiran Kota Surabaya. “Sidoarjo ini ada, tapi sudah tidak banyak, Gresik tersisa dua dalang, Lamongan satu dalang,” tambah Danar.

Melihat kondisi yang hampir memprihatinkan ini, Danar ingin memperkenalkan lagi. Supaya ada wayang Jawa Timuran yang menjadi kekayaan masyarakat provinsi ini. “Harapan saya yaitu tetap ingin melestarikan wayang Jawa Timuran ini supaya bisa dikenal dan Kembali menjadi kekayaan budaya kita. Nah kalau bukan kita yang memulai melestarikan, lalu siapa?,” pungkas Danar. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar