Gaya Hidup

Disbudparpora Kota Kediri Gelar Konser Musik Virtual

Agar Pelaku Seni Tetap Berkreasi di Tengah Pandemi

Kediri (beritajatim.com) – Guna menekan penyebaran virus corona, banyak aktivitas yang terpaksa harus berhenti atau dihentikan, salah satu diantaranya pertunjukkan musik. Tak sedikit musisi yang harus menunda rencana konser mereka atau penyelenggara yang terpaksa membatalkan konser musik demi menghindari berkumpulnya banyak orang dan menekan penyebaran Covid-19.

Tidak pasrah terhadap kondisi pandemi, pelaku seni di Kota Kediri mencoba bertahan dengan menjalani adaptasi kebiasaan baru. Konser musik yang biasanya diselenggarakan langsung secara fisik di hadapan penonton, kini beralih ke pertunjukkan virtual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Untuk mewadahi kreasi mereka, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menyelenggarakan konser musik secara virtual. Acara tersebut digelar selama dua hari melalui siaran live streaming pada akun youtube ‘Kediri Tourism TV’.

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Drs. Nur Muhyar mengungkapkan bahwa yang terdampak Covid-19 ini bukan hanya di Kota Kediri, tapi di seluruh dunia. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus berpikir kreatif di masa pandemi ini.

“Konser musik virtual ini, selain sebagai wadah bagi para seniman berekspresi, juga menjadi salah satu sajian budaya untuk menghibur masyarakat di tengah pandemi. Menyajikan hiburan untuk masyaraka agar tidak bosan dengan aktivitas di rumah, khususnya selama pandemi Covid-19,” kata Nur Muhyar.

Pada hari pertama, Sabtu 14 November 2020, konser musik virtual menghadirkan tiga penampil yang berbeda. Pertama musik dangdut dari grup Orkes Melayu (Om) New Giras. Kelompok ini menampilkan sederet artis Kota Kediri. Diantaranya, Lia Bramasta, Dedy Diva dan Nesa Amora.

Lantas, penampilan kedua dari grup band lagendaris asal Kota Kediri ‘Maeztro Band’.  Konser musik virtual ini dipandu oleh dua orang MC yaitu, Ibu dan Anis. Meski pertunjukkan tanpa penonton, namun tetap semarak. Dan penampilan terakhir dari kelompok band beraliran ‘Death Metal’ Tenggorokan Band.

Sementara, konser virtual hari kedua, Minggu 15 November 2020, mempertunjukkan kesenian Reog Satrio Tunggul Wulung. Grup seni khas Kota Kediri ini tampil layaknya di tempat umum. Tarian kuda lamping dan barongan dibawakan dengan apik mengikuti irama gamelan.

Kepala Disbudparpora tak henti-henti mengajak warga Kota Kediri untuk tetap semangat dan tidak berhenti berkreasi. Pihaknya berharap para seniman Kota Kediri bahu-membahu bersama Pemkot  menyuguhkan karya-karya terbaiknya. Kata dia, Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang untuk terus berkreasi dan berkarya.

Pesan lain yang disampaikan tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes). Pertama harus sering mencuci tangan memakai sabun. Kedua, wajib untuk memakai masker kemanapun berada. Ketiga menjaga jarak dan menghindari kerumunan atau physical distancing[nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar