Gaya Hidup

Mengintip Komunitas Peace N Love Jawa Timur

Surabaya (beritajatim.com) – \”Selama kita menyebarkan cinta kasih terhadap sesama, rejeki itu tidak akan hilang\”. Kutipan dari sosok Asrilia Kurniati, Ketua Peace n Love itu dipegang sebagai spirit untuk berbagi kepada yang membutuhkan.

Sebagai wanita karir yang hidup di zaman milenial tentunya berkegiatan di luar rumah menjadi suatu kebutuhan. Bukan hanya untuk bergaul dengan kawan atau relasi, bergabung dengan komunitas kini menjadi salah pilihan wanita karier Surabaya.

Komunitas Peace N Love menjadi salah satu komunitas arisan para wanita di kalangan wanita mandiri di Jawa Timur.

Diketuai Asrilia Kurniati, Peace n Love bukan sekadar komunitas arisan yang hanya berkumpul. Komunitas ini mengajak para anggotanya untuk lebih mengulurkan sebagian rejeki yang dimiliki untuk berbagi dengan yang membutuhkan seperti anak yatim, putus sekolah panti jombo, dan yang lain.

Berdiri pada 26 November 2015, Komunitas Peace n Love ini bukan hanya dinaungi para pengusaha. Melainkan banyak wanita dari berbagai kalangan. Misalnya guru, wirausaha, bahkan pegawai negeri.

\”Visi kita sama dengan Peace n Love pusat yakni sosial untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan dari kita untuk mereka. Komunitas kita bukan hanya sekadar arisan saja tapi harus punya ilmu kreative dan berjiwa sosial karena target kerja dari komunitas kita adalah kegiatan sosial baik di Surabaya maupun luar Surabaya yang masih tercoverage dengan Jawa Timur,\” ungkap wanita berusia 37 tahun ini.

Dipaparkannya, planning program kegiatan sosial setiap tahunnya akan dirapatkan secara bersama. Setiap bulan ia memiliki program kerja dengan sasaran beragam yang akan dibidik.

Tahun 2018 ini terbukti program kerja selama satu tahun telah terencana dengan baik. Salah satunya baksi sosial di salah satu sekolah di Lamongan. Dengan antusiasnya komunitas ini terjun langsung melihat apa kekurangan dari tempat yang mereka kunjungi.

\”Kegiatan kita rata-rata sosial, berbagi seperti berkunjung di sekolah, panti atau veteran. Seperti beberapa waktu lalu kita ke Lamongan. Sekolah ini jarang banget dikunjungi dan ternyata antusias mereka luar biasa dan bahkan kita tahu di balik kekurangan mereka ada sebuah keistimewaan. Dan dari mereka dan itu yang membuat kita berfikir ini yang bikin beda dengan kami yang berada di kota. Ini juga menjadi pembelajaran kami juga,\” ungkap wanita yang kerap disapa Leea ini.

Peace n Love, katanya, selalu membuka bagi wanita karir yang ingin bergabung. Namun kembali lagi ia akan menscranning anggota baru jika akan bergabung. Mengapa karena wanita berparas cantik ini tak mau jika ada anggota yang bergabung hanya untuk menumpang tenar di setiap kegiatan tanpa bisa mengikuti program kerja yang kami miliki.

\”Banyak banget yang ingin gabung tapi kita masih menscranning dan menahan orang untuk bergabung. Bukan karena menolak tapi kita harus tahun betul mereka ikut gabung tujuannya apa tapi kalau hanya sekedar untuk eksistensi tanpa memiliki jiwa visi dan misi sosial ya buat apa. Komunitas ini bukan untuk ajang pamer tapi untuk berbagai terhadap seasama,\” imbuhnya.

Ada beberapa harapan dan target dalam waktu dekat, Peace n Love bisa merambah di beberapa kota di Jawa timur seperti Lamongan, Sidoarjo dan Gresik. \”Artinya kita ingin merangkul setiap daerah untuk membuat komunitas ini dengan misi yang sama yakni sosial,\” tandasnya. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar