Gaya Hidup

MPC, Komunitas Photography Konsen Kembangkan Potensi Wisata Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Madura Photo Club (MPC) merupakan salah satu komunitas photography yang berpusat di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, Pamekasan. Mereka merupakan para pecinta seni fotografi yang bertujuan melakukan berbagai inivasi dalam menghasilkan karya fotografi.

Berawal dari kegamangan masing-masing individu anggota untuk mengeksplor keinginan dan hoby yang dilakukan secara personal, selanjutnya digagas untuk mendirikan komunitas yang diberikan nama Madura Photo Club (MPC) pada 15 Februari 2010 silam.

Gagasan mendirikan komunitas tidak lepas dari sejarah dan literatur sejarah, seni fotografi mulai diperkenalkan sejak 1820-an dan akhirnya berkembang pesat sejalan dengan kreativitas dan imajinasi para pecinta seni fotografi. Akhinya dinamika tersebut berkembang dan berlangsung hingga saat ini.

Perkembangan dan kemajuan teknologi juga semakin menambah imajinasi para pecinta seni fotografi dalam memproduksi hasil dari karya mereka, tidak lain sebagai upaya agar para pecinta seni fotografi lebih mudah mlakukan berbagai inovasi dalam menghasilkan karya fotografi.

\”Pengaruh kecanggihan teknologi di bidang fotografi dapat dirasakan oleh berbagai lini kehidupan manusia, baik yang dengan serius menekuni bidang seni fotografi maupun mereka yang hanya ingin mengabdikan gambar yang menurutnya perlu diabadikan,\” kata Ketua MPC Madura Ach Tatang, Selasa (13/3/2018).

Perkembangan teknologi digital di bidang fotografi, baik secara langsung maupun tidak langsung sangat memberikan dampak terhadap perkembangan ilmu seni fotografi. Penawaran produsen peralatan kamera digital bahkan handphone yang dilengkapi camera digital yang terus bergerak inovatif, sehingga hasil produksi dapat digunakan oleh konsumen di setiap saat.

\”Sebagai gambaran situasi terkini dari dunia seni fotografi, para ilmuwan pecinta seni fotografi terus mengembangkan teknik. Itupun tidak hanya teknik pengambilan gambar saja, tapi teknik mengolah gambar juga tidak kalah penting dan mendapatkan perhatian serius. Katakanlah seperti teknologi software photoshop, sebab dengan sentuhan itu gambar yang dihasilkan menjadi luar biasa dalam artian lebih dramatis,\” ungkapnya.

Cepatnya perkembangan dunia seni fotografi yang pesat membuat para fotografer yang berada di Pamekasan berkeinginan untuk berpartisipasi sekaligus berperan aktif dalam mengembangkan teknik seni fotografi. \”Dari itu kami para pecinta seni fotografi di Pamekasan, berupaya untuk mengekspos potensi alam dan keindahan panorama alam Madura agar bisa dijadikan sebagai refrensi eksotis Pulau Garam,\” jelasnya.

\”Namun yang pasti, gagasan tersebut akan menjadi berat bila dilakukan perorangan. Sehingga kita gagas untuk bersama-sama mewujudkan gagasan mempromosikan potensi wisata Madura untuk membuat wadah atau organisasi yang mampu mengakomodasi berbagai potensi para pecinta seni fotografi di Pamekasan,\” tegasnya.

Madura Photo Club Menuju Madura Photography Centre (MPC)
Berawal dari ide perorangan yang tergabung dalam komunitas pecinta seni, mereka mendeklarasikan komunitas mereka dengan sebutan Madura Photo Club (MPC) yang dideklarasikan beberapa tahun silam. Mereka pun membentuk organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang seni fotografi yang memiliki sifat independen dan berpusat di Pamekasan.

Namun guna memenuhi syarat pendaftaran melalui badan hukum, maka nama MPC akhirnya diganti dengan nama lain dengan tidak menghilangkan karaker awal, yakni Madura Photography Centre (MPC). \”Ini kita lakukan sebagai upaya menunjukkan keseriusan para pecinta seni fotografi, guna mengambangkan dunia seni fotografi di Indonesia dan Madura secara khusus. Lebih khusus lagi di Pamekasan,\” beber Tatang.

\”Mengacu pada saran dan usulan para anggota yang tergabung dalam komunitas ini, maka dipandang perlu untuk membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga agar Madura Photography Centre atau MPC lebih kuat, mandiri dan berstatus legal formal,\” imbuhnya.

Komunitas yang didasari kekeluargaan dan terbentuk atas kesamaan minat dan kegiatan, memiliki tujuan sosial khususnya dalam sektor meningkatkan hubungan antar pecinta fotografi sekaligus mempromosikan Madura melalui kamera. \”Tujuannya membina watak kemandirian dan profesionalisme melalui ikatan persaudaraan, persatuan dan kesatuan demi mwujudkan jiwa pengabdian kepada komunitas dan masyarakat,\” sambung Tatang.

\”Dan tidak kalah penting, MPC juga dibentuk sebagai upaya untuk berperan aktif dan mendukung pamerintah dalam melaksanakan program pembangunan nasional. Khususnya dalam bidang seni, budaya dan pariwisata,\” tegas pria yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Pamekasan.

Program dan Kegiatan Sosial Kemanusiaan
Dalam menjalankan program komunitas, MPC tidak hanya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan dunia fotografi semata. Sebab mereka juga memiliki berbagai program sosial kemanusiaan lainnya. Seperti penggalangan dana untuk keluarga kurang mampu, program uang kaget bagi keluarga kurang mampu dan berbagai program lainnya.

Memang selama ini mereka sudah melakukan berbagai program dalam bidang fotografi, seperti lomba rally foto regional dan nasional, pameran foto, workhsop fotografi, foto trio, hunting foto berkonsep, lomba foto media sosial (medos) hingga program MPC berbagi yang notanene sebagai program sosial kemanusiaan.

\”Dari berbagai program yang kita laksanakan, sebagian besar bertujuan untuk menggali potensi sosial budaya di Madura, khususnya di Pamekasan. Peserta lomba merupakan para fotografer tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan juga ada yang berasal dari luar negeri,\” kata Ach Tatang.

Tidak jarang saat melaksanakan berbagai program seputar dunia fotografi, MPC juga menggandeng beberapa komunitas lain demi memeriahkan program yang mereka laksanakan. Seperti komunitas fotografi Nusantara se Jawa Timur, serta beberapa komunitas lain termasuk Dewan Kesenian Pamekasan.

\”Momentum tersebut lebih sering kita lakukan sebagai upaya kolaborasi teknik fotografi dan vidiografi dengan memilih objek lokasi di Jawa Timur, termasuk juga mencari potensi wisata landscape yang belum tereksplor. Salah satunya wisata Air Terjun Toroan Ketapang (Sampang) yang saat ini sudah sangat populer sebagai destinasi wisata baru di Madura,\” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar