Gaya Hidup

6 Ribu Toples Kue Diah Cookies Belum Laku

Surabaya (beritajatim.com) – Akibat pandemi virus Corona, Diah Cookies harus rugi dengan penurunan penjualan. Saat ini 6.000 toples kue miliknya masih belum terjual, padahal kurang satu bulan lagi Lebaran datang.

“Biasanya jelang puasaan dan lebaran kayak gini terus produksi, tapi 6.000 toples stok saya masih ada. Sehingga kami stop produksi,” ujar Diah.

Meski sudah sering terkena manis pahitnya menjadi pengusaha kue kering sejak 2001, Diah menyebut imbas corona ini adalah yang terbesar yang dirasakan. Ia juga bercerita pada tahun 2013 lalu pernah mengalami kemerosotan penghasilan.

“Pernah itu. Tepatnya tahun 2013 setahun setelah saya kenal branding,” ucap dia.

Meski pernah mengalami kelesuhan, pada tahun 2014, pelanggan baru mulai berdatangan reseller baru datang untuk ikut sudi menawarkan kue keringnya di pasaran. Hal berbarengan juga namanya semakin dikenal. Kerap kali Diah Cookies dipesan oleh orang Pemerintahan.

“Bu Risma itu sering pesan. Biasanya dibuat oleh-oleh kalau ada kunjungan keluar kota. Kadang juga pesan buat acara di Balai Kota,” terang dia.

Namun sekarang ketika pandemi corona menyerang Surabaya, situasi mulai berubah. Pesanan itu tak kerap lagi datang. Padahal, biasanya dalam sebulan ia bisa mengirim kue kering ke Balai Kota 50 sampai 200 toples.

“Belum ada acara mungkin ya karena kondisinya juga lagi gini,” lanjut dia.

Dengan kondisi ini, Diah juga sempat berfikir untuk membanting setir, yakni dengan memproduksi frozen food. Sebab menurutnya hal ini cukup mudah dan bahannya tak terlalu rumit, berbeda kayak membuat kue kering.

“Sudah saya pikirkan itu. Paling saya akan jualan frozen food. Kenapa saya pilih itu, lantaran freezer ada dan gak repot produksi. Ya tapi semoga itu virus corona segera mereda lah biar gak sampai ganti usaha,” kata Diah. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar