Gaya Hidup

557 Pasangan Bercerai di Sampang dalam 6 Bulan Terakhir

pendidikan keluarga

Sampang (beritajatim.com) – Selama enam bulan atau Januari sampai Juni 2020, kasus perceraian di Kabupaten Sampang, Madura, relatif cukup tinggi. Hal itu terbukti, jumlah wanita berstatus janda mencapai 557 orang.

Moh Nurholis, Panitera Muda (Panmud) Hukum Pengadilan Agama setempat menjelaskan, penyebab perceraian selama enam bulan ini disebabkan banyak faktor, termasuk perselingkuhan.

“Usia janda perceraian rata-rata berusia 30 sampai 40 tahun,” kata Nurholis, Kamis (25/6/2020).

Menurut Nurholis, dari 557 orang tersebut, terbagi dua kasus cerai, yaitu cerai talak sebanyak 220 orang dan cerai gugat mencapai 337 orang.

Dari 557 kasus cerai didominasi karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus hingga mencapai 420 kasus. Sementara, kasus perceraian pada tahun 2019 yang lalu, baik cerai talak dan cerai gugat sebanyak 1.431 kasus.

“Meskipun jumlah janda mencapai ratusan, Kabupaten Sampang termasuk kategori kasus perceraian terkecil se Jawa Timur,” tandasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar