Gaya Hidup

3 Bayi Singa di Taman Safari Prigen Ganti Nama Jadi Alfa, Beta, dan Gamma

Pasuruan (beritajatim.com) – Bulan Juni lalu Taman Safari II Prigen menambah koleksi tiga bayi singa, kini di usianya yang beranjak lima bulan, ketiga singa ini berganti nama menjadi Alfa, Beta, dan Gamma.

Sebagai informasi, ketiga bayi singa lahir pada 10 Juni 2020, Ketiganya lahir dari indukan betina bernama Fina dan pejantan bernama Frans. Pada awalnya, nama yang diberikan bagi tiga bayi singa tersebut adalah Abra, Caga, dan Ahmad.

Namun, atas saran dari berbagai pihak, termasuk salah satunya adalah Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf, Taman Safari Prigen lalu memutuskan untuk mengganti ketiga nama bayi singa ini.

“Tiga bayi singa ini sangat aktif dan berenergi. Lalu kami teringat dengan sinar radioaktif yang juga memancarkan energi. Nah, kebetulan kan ada tiga jenis sinar radioaktif, yakni Alfa, Beta, dan Gamma. Jadi, kami pun memutuskan untuk mengganti nama ketiga bayi singa ini. Semoga mereka akan tetap terus berenergi dan menjadi penyemangat kami untuk melakukan kegiatan konservasi satwa-satwa yang terancam punah,” tutur Diaz Yonadie, General Manager Taman Safari Prigen.

Catatan kelahiran satwa menjadi prestasi tersendiri bagi sebuah Lembaga Konservasi. Sebab, dengan adanya satwa yang lahir, maka Lembaga Konservasi tersebut berhasil dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar nyaman dan natural layaknya habitat asli si satwa. Perlu diketahui, salah satu pertanda bahwa satwa merasa nyaman dan betah di suatu tempat tertentu adalah munculnya keinginan untuk berkembang biak.

Dengan hadirnya Alfa, Beta, dan Gamma, maka untuk saat ini jumlah singa Afrika di Taman Safari Prigen bertambah menjadi 22 ekor. Ketiga anak singa tersebut kini telah memasuki usia 5 bulan. Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis Taman Safari Prigen, kesehatan mereka sangat baik. Segala kebutuhan pakan dipenuhi dengan baik oleh Taman Safari Prigen.

Dokter Hewan Taman Safari Prigen, drh Nanang Tedjo Laksono mengenang bagaimana proses kelahiran Alfa, Beta, dan Gamma. “Waktu itu, proses kelahirannya ditangani secara langsung oleh tim medis dan keeper (perawat satwa) secara normal. Selama kelahiran, indukan betinaya, Fina sangat dijaga kesehatannya. Supaya ia kuat dan sehat saat melahirkan. Syukur Alhamdulillah, indukannya juga sehat untuk merawat dan menyusui ketiga anaknya,” ujar drh Nanang Tedjo Laksono.

Ketiga singa ini masih termasuk anak-anak. Mereka baru akan disebut dewasa jika sudah berusia 3-4 tahun untuk betina, sedangkan jantan di usia 4-5 tahun. Fina sendiri mengalami proses kehamilan selama kurang lebih 110 hari atau 3,5 bulan. Untuk singa, jumlah rata-rata anak yang dilahirkan berkisar 2-6 ekor.

Jika mengacu pada International Union for Conservation of Nature (IUCN), singa termasuk dalam kategori rentan. Artinya, populasi singa rentan punah akibat berkurangnya habitat dan sumber makanan. Dengan statusnya tersebut, singa juga tidak boleh diperdagangkan. Kelahiran Alfa, Beta, dan Gamma di Taman Safari Prigen akan sangat membantu pertambahan populasi singa Afrika di dunia.

Di tengah sulitnya kondisi akibat pandemi Covid-19, kelahiran tiga bayi singa ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan. Taman Safari Prigen tetap berkomitmen untuk terus melakukan konservasi satwa. Berkat bantuan dari banyak pihak, termasuk Pemerintah dan kelompok-kelompok organisasi kemasyarakatan, Taman Safari Prigen tetap menjalani fungsinya sebagai Lembaga Konservasi.

“Oleh karena itu, kami sangat terbuka dengan bantuan dari segala lapisan masyarakat. Tak hanya berupa dana dan bahan pakan satwa, tapi juga saran serta kritik membangun terhadap apa yang kami lakukan. Jadi, jangan segan untuk terus mendukung Taman Safari Prigen, demi keberlangsungan satwa-satwa yang terancam punah,” ujar Diaz Yonadie, General Manager Taman Safari Prigen. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar