Gaya Hidup

Menulis sebagai Upaya Relieve Stres

25 Perempuan Luncurkan Antologi Cerpen Misteri

Surabaya (beritajatim.com) – Menyambut hari Ibu Nasional, 25 penulis perempuan yang mayoritas juga merupakan seorang ibu meluncurkan sebuah buku kumpulan cerita pendek yang diberi judul ‘Kisah Misteri Labirin 25’. Launching digelar pada Minggu (20/12/2020) secara daring melalui zoom meeting.

Setiap perempuan masing-masing menulis satu cerita pendek bergenre misteri. Di tengah keseibukan mereka menyempatkan diri untuk mengikuti Kelas Menulis Fiksi di Padmedia Publisher untuk batch 2. Kumpulan cerpen ini merupakan output dari kelas menulis dan sebuah usaha untuk berbuat lebih daripada rutinitas sehari-hari.

Wina Bojonegoro, selaku pendiri Padmedia Publisher mengatakan bahwa cerpen yang dibuat oleh siswanya bukan sekadar tulisan. Namun dianggap sebagai salah satu cara yang cukup berhasil untuk mengatasi segala keruwetan psikologis dan fisik.

Wina mengungkapkan bahwa cerpen-cerpen tersebut merupakan upaya menyalurkan lahar panas dalam diri masing-masing penulis menjadi sebuah tulisan fiksi yang bergaya sesuai karakter masing-masing. Beberapa peserta pun baru kali ini menulis kisah fiksi, tetapi hasil tulisanya dianggapnya sebuah keberhasilan dari proses kreatif dalam sebuah kelas.

“Betapa hebatnya perempuan dalam mengatasi kondisi pandemi. Mereka melampaui tantangan, hambatan, dan ancaman menjadi peluang,” katanya.

Kelas menulis Padma Batch 2 ini diselenggarakan secara daring dengan 10 kali pertemuan selama 10 minggu juga melalui daring. Di akhir kelas, Wina mengajak seluruh muridnya untuk menulis cerita fiksi misteri dan horor. Ia mengatakan bahwa menulis cerita misteri lebih mudah diterapkan kepada penulis pemula.

“Sengaja dipilihkan kisah misteri, tujuannya agar para murid mampu meliarkan imajinasi, menggali potensi terdalam. Bahkan mungkin tidak disadari oleh mereka bahwa kemampuan itu ada,” ungkap Wina.

Nyatanya, desakan yang memunculkan kreativitas itu terbukti. Dengan tenggat yang diatur tipis, mereka bisa memaksakan diri mengerahkan segala kemampuan untuk mampu menyelesaikan tugas akhir. Bentuknya sebuah cerpen jadi dengan menggali kisah misteri. Selain arahan, pembantaian naskah menjadi bagian proses dalam kelas. Wina mau semua murid belajar bukan hanya menulis. Tetapi juga membaca dan mengkritisi.

Selain tujuan kreativitas dalam menulis, Wina sebenarnya lebih mendorong peserta kelasnya mampu menerapi diri mereka sendiri saat menghadapi pandemi. Relieve stress atau pemulihan stress itu bisa dengn caranya menulis. Ini bermula ketika seruan untuk di rumah saja dan menjaga jarak, berefek sangat berat bagi perempuan. Meskipun secara terbuka jarang diakui.

Beban pekerjaan pun bertambah dengan adanya kebijakan sekolah daring. Ibu yang sebelumnya tidak perlu memahami matematika, mendadak harus menjadi ahli matematika. Ibu yang sudah lupa pelajaran bahasa Inggris, mendadak harus menjadi guru bahasa Inggris. Kegiatan memasak yang sebelumnya mungkin hanya keperluan sarapan atau makan malam, sekarang wajib memasak untuk makan siang juga. Kesibukan-kesibukan itu secara psikologis membebani perempuan dan potensial menciptakan gangguan kesehatan mental. Seperti sebuah labirin yang ‘menjebak’ banyak orang dalam kebuntuan berpikir dan kreativitas.

Salah satu penulis, Saptini Darmaningrum yang merupakan Direktur Bisnis PT Beritajatim Ciber Media menuangkan satu cerita misteri yang berdasarkan pengalaman nyata, berjudul Datuk Kadir. Ia mengatakan menulis cerita fiksi merupakan pengalaman baru dari kesehariannya, yang membantunya untuk terus produktif dan memiliki hari yang lebih menarik.

Dalam peluncuran buku Labirin 25 secara daring nanti, akan dihadirkan tiga perempuan yang menjadi guru mereka selama ini, yaitu: Oka Rusmini, Vika Wisnu, Wina Bojonegoro. Ketiganya masing-masing akan bicara soal Perempuan, Literasi dan Ekonomi. Tema ini sekaligus sebagai upaya memperingati hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember.

Sekadar diketahui, Padmedia Publisher selama pandemi telah melahirkan 3 kelas menulis fiksi. Kelas itu diikuti peserta dari berbagai kota. Bahkan dari mancanegara, di antaranya Hongkong dan Turki. Batch 1 telah melahirkan buku Hujan Tak Jadi Datang Malam Ini. Sementara batch 3 tengah berjuang menghadapi tugas akhir. Berupa buku kumpulan cerpen dengan judul Anomali.

“Semoga kelak lahir karya-karya sastra pilihan dari para perempuan. Yang semula tak bisa menulis, sekali pun,” harap Wina. [adg/but]

Berikut adalah daftar nama para penulis Labirin 25:

1. Dewi Purboratih
2. Dhian HP
3. EVie Anita
4. Haryuning AK
5. Ilah Tia

6. Metta Mevlana
7. Nurlayla Ratri
8. R.Wilis
9. Saptini Darmaningrum
10. Sarah Safira

11. Sari Koeswoyo
12. Sari Sahara
13. Sartini
14. Sih Lestari
15. Triana Damayanti

16. Vivi Dinatya
17. Vivid Sambas
18. Wahyu DP
19. Widha Kasban
20. Wina Bojonegoro

21. Windy Effendy
22. Yoni Astuti
23. Yulia Djajadi
24. Yuliani Kumydaswari
25. Zafira Nabila



Apa Reaksi Anda?

Komentar