Gaya Hidup

20 Perempuan Curahkan Kisah Menarik dalam Buku ‘Jejak Langkah Puan’

Surabaya (beritajatim.com) – Baru saja dirilis Buku Kumpulan Cerpen yang berjudul ‘Jejak langkah Puan’, Sabtu (10/10/2020). Buku ini berisikan kisah-kisah perjalanan yang dialami perempuan yang luar biasa, unik dan menarik.

Terdapat 20 perempuan yang berpartisipasi dalam penulisan buku ini. Masing-masing dari mereka menuliskan satu pengalaman perjalanan mereka yang tidak terlupakan dan menarik. Salah satunya Pinkan yang menuliskan kisahnya ke daerah di pedalaman Maluku Utara yang epik dan menyenangkan.

Jerusu, daerah di Maluku Utara, dekat Australia. Pinkan menceritakan bahwa saat itu sekitar tahun 1999 ia bersama rombongan Angkatan Laut mengunjungi pulau pulau terluar, ia terpilih menjadi salah satu peserta dari anggota pramuka.

Sebagai surveyer, ia dan 4 orang lainnya harus berangkat terlebih dahulu ke Jerusu. Karena gelombang laut yang tinggi kapal besar AL tidak bisa merapat ke daratan sehingga tim surveyer harus menaiki kapal kecil nelayan dari tengah laut menuju ke Jerusu.

Menaiki kapal kecil nelayan di tengah ombak besar benar benar sebuah perjuangan. Pinkan menceritakan timĺppo3⁴p3p1pp surveyer terapung apung 7 jam di tengah laut hanya dengan 2 botol air minum.

“Dari pagi sampai siang, hopeless banget, terombang ambing di ombak tinggi 7 jam. Baru ditemukan satgas saat sudah 7 jam kok ndak juga sampai pulau,” kenang Pinkan.

“Dari 5 orang di tim surveyer, 2 perempuan yang ikut bisa tetap tenang, lainnya panik. Meski demikian kami harus pegangan erat di sisi kapal, kalau ndak gitu terlempar ke laut, pokoknya sampai trauma,” tambahnya.

Selain pengalaman Pinkan, 19 perempuan lainnya juga menuliskan pengalaman yang tidak kalah menarik, seperti Evi yang menceritakan pengalaman saat mengunjungi goa Sawahlunto, dan Endang Uban yang menceritakan tentang keindahan pulau Watuwalano.

Menghadirkan berbagai kisah dari perjalanan seru perempuan perempuan hebat, diskusi dan launching buku ini menghadirkan Vivid Sambas, ahli Hypnotherapy Klinis, yang menyarankan untuk aktif menulis. Menulis menurut Vivid adalah proses penyembuhan, atau yang biasa dikenal Writing is Healing.

“Sembuhkan diri dengan menulis. Dengan menulis kita bisa mengubah prestasi kita terhadap masalah. Kita akan mengalami proses mengakui masalah, menerima dan memeluknya secara utuh kemudian dapat memutuskan untuk melepaskan dan mengambil hikmah darinya,” ujar Vivid. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar