Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

2 Tahun Tiarap Akibat Pandemi Covid-19, Jatim Park Grup Garap Potensi Wisata Nasional

Marketing & PR Jatim Park Grup, Titik S Ariyanto.

Malang (beritajatim.com) – Jawa Timur Park Group turut terimbas pandemi Covid-19. Sebagai pelaku industri pariwisata terbesar di Indonesia dengan 14 theme park tersebar di Kota Batu, pandemi selama dua tahun belakangan membuat pendapatan perusahaan ini menurun drastis sehingga terkendala menjalankan operasional.

“PPKM dan PSBB menyebabkan berkurangnya jumlah pengunjung memaksa manajemen untuk memutar otak agar biaya operasional tetap stabil. Tantangan besa bagi Jawa Timur Park tersebut menuntut kami untuk bisa tetap berinovasi di tengah pandemi,” kata Marketing & PR Jawa Timur Park Grup, Titik S Ariyanto, Sabtu, (23/4/2022).

Titik menuturkan masa 2 tahun hantaman badai Covid-19 dimanfaatkan manajemen untuk berinovasi. Mereka mengusung tema The Secret Of Jawa Timur Park Future sebagai awal kebangkitan baru.

Dalam projek ini, manajemen bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengembangkan Jawa Timur Park Group di beberapa daerah di luar Kota Batu. Projek pertama yaitu Proyek City Zoo Bumi Serpong Damai (BSD) yang berlokasi di Tangerang Selatan, Banten.

Projek ini bekerja sama dengan Sinar Mas Land untuk pembangunan kawasan hiburan dan edukasi mengenai kebun binatang di atas lahan seluas 12 hektar dengan mengusung konsep ‘Urban Zoo Safari Adventure’. Projek pertama ini ditargetkan mulai beroperasi awal 2024.

Baca Juga:

    “Projek kedua yaitu Pembangunan Proyek Krakatau Park yang berlokasi di Lampung, Sumatera. Proyek ini bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah naungan Kementrian BUMN yang merupakan proyek strategis nasional oleh BUMN yang bekerja sama dengan Jawa Timur Park Group. Projek ini bertujuan untuk menghadirkan theme park serupa Jawa Timur Park di kawasan Bakauheni Harbour City, Lampung,” papar Titik.

    Projek ketiga yang sempat tertunda pada tahun 2020 lalu, yaitu Banyuwangi Park. Proyek ini sudah dimulai sejak 2020 silam dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jatim, Aris Mukiyono, Direktur PT Duta Insani Bangun Persada, Enggartiasto Lukito dan Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo.

    “Kita tahu potensi Banyuwangi cukup besar sebagai tempat wisata di Jawa Timur,” imbuh Titik.

    Sementara proyek terakhir adalah pembangunan dan pengelolaan proyek Galeri Polri Presisi di Museum Angkut. Dimana pada 19 April 2022 lalu, telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bunga Wangsa Sedjati dengan Polri.

    “Beberapa project dalam The Secret Of Jawa Timur Park Future diharapkan dapat mengembalikan kebangkitan industri pariwisata khususnya Jawa Timur Park Group baik di daerah Kota Batu maupun di daerah kawasan kerja sama Jawa Timur Park Group,” tandas Titik. (luc/beq)

     


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar