Gaya Hidup

1,7 Hektare Lahan Kas Desa Ampeldento Segera Jadi Wisata Sekolah Alam

Pembangunan desa wisata di tanah kas desa Ampeldento, Karangploso, Malang.

 

Malang (beritajatim.com) – Aparatur desa di Ampeldento, Karangploso, Kabupaten Malang sedang merancang konsep pembangunan desa wisata berbasis alam. Konsep desa wisata ini juga akan dikembangkan bersama desa Ngijo, Karangploso. Kedua desa ini saling bertetangga.

Pembangunan desa wisata ini tinggal menunggu izin dari Bupati Malang, M Sanusi. Sebab, pengelolaan desa wisata akan melibatkan pihak ketiga selaku investor. Pihak ketiga ini adalah Nendes Kombet (NK) Kafe. Lokasi kafenya kebetulan berdekatan dengan tanah kas desa seluas 1,7 hektare milik Desa Ampeldento.

“Kami ingin mewujudkan desa wisata untuk menggerakan ekonomi warga. Semua warga sepakat untuk pembangunan desa wisata ini, tingga menunggu izin dari Bupati. Mulai dari Camat Karangploso hingga dua kepala desa telah sepakat membangun desa wisata bersama,” kata Seketaris Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Iksan Faris Ibrohim, Senin, (14/12/2020).

Desa wisata ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dari kedua desa. Apalagi kondisi pandemi Covid-19, keberadaan desa wisata diharapkan mampu menggerakan roda ekonomi warga sekitar. Konsep yang dibangun menyatu dengan alam.

Diantaranya, melalukan kegiatan berkebun. Seperti menanam hingga memanen aneka sayuran dan buah. Sasaran utama adalah para pelajar, sebab selain berkebun mereka juga akan mendapat edukasi tentang cara berkebun hingga aneka sayuran. Kegiatan ini mereka namakan sekolah alam.

Kemudian kegiatan olahraga, mulai dari mini soccer atau sepak bola mini, jogging track hingga paramotor akan disediakan di tempat ini. Untuk sementara, sembari menunggu izin dari pengembang, investor terlebih dahulu membangunkan akses jalan termasuk lapangan sepak bola mini dan area berlari.

“Jadi temanya desa wisata ini olahraga dan pertanian karena memang desa kita adalah pertanian. Rencananya 15 tahun kerjasama ini setelah itu semua akan menjadi aset desa termasuk membuatkan Gedung Polindes, Bumdes dan PKK. Fasilitas olahraga sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Banyak sekali masyarakat yang senang melakukan olahraga,” ujar Faris.

Sementara Owner Nendes Kombet (NK) Kafe, Joni Sujatmoko mengatakan sejak dibuka pada 18 Agustus 2020 jumlah pengunjung terus meningkat perharinya. Sebab, pemandangan yang ditawarkan oleh kafe ini adalah alam, pegunungan dan area persawahan. Saat warga desa ingin mengembangkan desa wisata di area kafe. Mereka pun tertarik untuk menjadi investor desa wisata.

“Pengelolaannya dengan pihak desa mulai karang taruna dan warga lainnya. Untuk area pertanian akan dikerjakan dengan mentor profesional dari Universitas Brawijaya Malang karena untuk pengelolaan jangka panjang. Kita optimis di setujui Bupati untuk membangun desa wisata. Karena beliau sudah meninjau langsung lokasi,” tutur Joni.

Joni mengungkapkan, untuk pengembangan mereka akan membuat wisata paramotor bekerjasama dengan Lanud Abdurahman Saleh. Di Indonesia wisata paramotor hanya ada di Bali. Setelah pembangunan rampung, maka Malang akan menjadi daerah kedua di Indonesia yang memiliki wahana permainan paramotor.

“Sudah disiapkan tempat untuk landasan sepanjang 130 meter. Danlanud Abd Saleh juga sudah siap bekerjasama dalam pengembangan desa wisata ini untuk paramotor. Dan ketika desa wisata sudah dibuka dengan salah satu wahanya paramotor, maka akan jadi daerah kedua setelah Bali yang memiliki wahana ini,” tandas Joni. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar