Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

150 Relawan Lingkungan Hidup Ikuti Festival Daur Ulang di Jember

Sri Wahyunik, warga Jember, saat mengunjungi Festival Daur Ulang dan melihat produk daur ulang sampah.

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 150 orang relawan lingkungan hidup mengikuti Festival Daur Ulang di Tempat Pengolaham Akhir Sampah Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 14 – 18 Maret 2022. Daur ulang sampah bisa membuka lapangan pekerjaan baru.

“Dalam Festival Daur Ulang ini ada edukasi. Itu yang menjanjikan menuju keberkahan, membuka peluang lapangan kerja baru. Menjadi tambahan pendapatan untuk siapapun masyarakat Jember, bisa memanfaatkan sampah-sampah kita sendiri,” kata Bupati Hendy Siswanto.

Hendy berharap ilmu yang diperoleh dari Festival Daur Ulang ditularkan kepada warga lainnya. “Pemkab Jember akan mendukung ini. Silakan, apa yang diharapkan,” katanya.

Hendy mengatakan, potensi ekonomi magot atau belatung yang didapat dari sampah di Jember sangat besar. “Raw material dari sampah semua dan itu luar biasa pasarnya. Kita belum memenuihi sama sekali, Masih jauh kekurangannya. Padahal magot itu dibeli untuk pakan ikan koi,” katanya.

Kebetulan Pemkab Jember akan menguatkan budidaya ikan koi. Dalam waktu dekat akan digelar festival ikan koi tingkat Asia Tenggara. “Makanan utamanya magot,” kata Hendy.

Hendy berharap setiap kecamatan bisa membudidayakan magot untuk dijual. “Kita punya 180 ton sampah per hari. Ini kalau tidak dimanajemen dengan bagus, sayang,” katanya.

Masih memanfaatkan sampah, Dinas Lingkungan Hidup tengah menguji coba produksi dan pemakaian gas metan di 50 rumah. “Kami sampaikan ini perlu diuji lagi apakah sistem gas ini layak untuk memasak. Karena tidak semua gas layak untuk memasak. Briket dari sampah cukup tinggi untuk industri tapi tak layak untuk makanan. Kalau ini bisa untuk (memasak) makanan, tapi harus dibuktikan di laboratorium,” kata Hendy. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar