Gaya Hidup

108 Lukisan Karya Seniman Bojonegoro Dipamerkan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Karya-karya lukis dengan nuansa lebih segar dan adem menyambut ketika memasuki ruang pameran yang digelar oleh komunitas seni rupa, Sangrupa. Pameran selama tiga hari digelar di salah satu rumah makan di Jalan Sawunggaling, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (7/4/2019), hari terakhir.

Salah satu karya rupa yang menyambut pengunjung adalah lukisan dengan genre realis naturalis. Lukisan-lukisan tersebut merupakan hasil karya pelukis yang sudah lama tidak menggelar pameran. Para pelukis hanya berkarya untuk memenuhi hasrat kreativitas masing-masing tanpa dipamerkan. Atau perupa yang berkarya sesuai pesanan.

Genre realis naturalis itu merupakan jenis-jenis lukisan yang sesuai dengan trend atau kesukaan masyarakat secara umum. Setelah disambut dengan nuansa realis naturalis, baru kemudian pengunjung akan menikmati beberapa jenis genre, seperti bentuk lukisan surealis, ekspresif, naifisme, maupun ukir kontemporer.

Ada sekitar 108 karya rupa yang dipamerkan dari jumlah 54 perupa asal Bojonegoro. Sebanyak 54 perupa tersebut berasal dari berbagai kelompok usia. “Sebenarnya hubungan perupa di Bojonegoro baik, namun belum ada yang mempertemukan dalam satu titik,” ujar salah seorang panitia, Ekwanto (39), pelukis asal Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Bojonegoro.

Tidak adanya ruang bertemu bagi para pelukis ini, satu sisi, karena belum ada galeri lukisan di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, menurut Ekwanto, para pelukis di Kota Ledre juga sudah memiliki pangsa pasar sendiri. Sehingga pameran pertama yang dikemas dengan tema mbayumili ini seperti ajang reuni para pelaku seni rupa.

“Sekarang seperti melakukan reuni perupa di Bojonegoro. Sekarang mengumpulkan yang dari pelosok daerah,” ungkapnya.

Hal itu sejalan dengan tema yang diambil. Tema mbayumili ini, kata ketua panitia pameran, Eko Suprayitno, seni rupa di Bojonegoro terus mengalir seperti air, terus berkarya. Meskipun tidak pernah kumpul para perupa tetap berkarya. “Rata-rata para pelukis sudah punya pasar sendiri,” ungkapnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar