Surabaya (beritajatim.com) – Industri kelapa sawit Indonesia memasuki era transformasi digital. Untuk memperkuat peran strategis sektor ini, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi menyelenggarakan Hackathon Sawit Nasional 2025. Ajang ini mengusung tema “Mengakselerasi Peran Sosial Ekonomi Sawit Melalui Inovasi Digital”.
Kompetisi daring berskala nasional ini mengundang mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menciptakan solusi digital yang inovatif. Fokusnya mencakup peningkatan produktivitas di tingkat kebun, optimalisasi rantai pasok, pemberdayaan petani, hingga penguatan keberlanjutan industri sawit.
Hackathon Sawit Nasional 2025 menawarkan hadiah menarik. Juara pertama berhak memperoleh Rp75 juta plus sertifikat, juara kedua Rp50 juta, dan juara ketiga Rp30 juta. Tersedia pula kategori khusus Most Disruptive Business Model dengan hadiah Rp20 juta. Semua hadiah belum termasuk pajak yang ditanggung pemenang.
Selain hadiah, peserta akan mendapatkan bimbingan intensif dari mentor terbaik di bidang teknologi dan industri sawit. Ide-ide terbaik juga berpeluang mendapatkan business matching dengan perusahaan besar serta investor.
Pendaftaran dibuka sejak 21 Agustus hingga 10 September 2025. Mahasiswa dapat mendaftar dalam tim beranggotakan maksimal empat orang dengan menyertakan portofolio singkat. Setelah registrasi, tim yang lolos seleksi akan mengikuti rangkaian kegiatan, mulai webinar pembekalan, pengembangan prototipe, hingga penjurian.
Berikut jadwal resmi kegiatan:
- 21 Agustus–10 September 2025: Registrasi
- 11 September 2025: Pengumuman tim terpilih
- 12–14 September 2025: Webinar pembekalan
- 15 September–30 Oktober 2025: Pengembangan prototipe
- 31 Oktober 2025: Pengumpulan prototipe & video pitch
- 1–4 November 2025: Penjurian
- 5 November 2025: Pengumuman pemenang
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari JTV untuk memperluas publikasi ke masyarakat. GAPKI dan BPDP berharap hackathon ini menjadi wadah lahirnya inovasi digital yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan sawit Indonesia. [ram/beq]






