Beritajatim Foto

Prajurit Marinir Latihan Sniper di Puslatpur Grati Pasuruan

Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir melaksanakan latihan menembak Sniper AW, Granat TP dan Melempar Granat Tangan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur.
Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir melaksanakan latihan menembak Sniper AW, Granat TP dan Melempar Granat Tangan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur.
Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir melaksanakan latihan menembak Sniper AW, Granat TP dan Melempar Granat Tangan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur.
Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir melaksanakan latihan menembak Sniper AW, Granat TP dan Melempar Granat Tangan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur.
Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir melaksanakan latihan menembak Sniper AW, Granat TP dan Melempar Granat Tangan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur.

Pasuruan (beritajatim.com) Mengasah dan meningkatkan profesionalisme, Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir melaksanakan latihan menembak Sniper AW, Granat TP dan Melempar Granat Tangan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan latihan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Mar Tri Yudha Ismanto, S.E.,MSDA tersebut menggunakan senjata Sniper AW (Arctic Warfare), SG 550, Truvello, Granat Tabung Pelontar (TP) dan Anti Personel (AP) serta Granat telescopic.

Selain mengasah kemampuan dan meningkatkan profesionalisme, juga bertujuan untuk melihat akurasi dan memahami dan mengenali karakteristik senjata. Selama kegiatan berlangsung tetap mematuhi protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19 yang masih mewabah.

Danyonif 3 Mar Letkol Mar Tri Yudha Iswmanto, S.E.,MSDA mengatakan, dengan dilaksanakannya latihan menembak ini, skill dan naluri tempur prajurit akan lebih terasah dan kemampuan membidik sasaran akan lebih maksimal.

“Gunakan waktu latihan semaksimal mungkin dan tetap perhatikan faktor keamanan baik personil maupun material, agar latihan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar