Beritajatim Foto

Pasar Tradisional Online di Malang Lahir di Tengah Pandemi

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Jakarta = Pandemi Covid 19 telah terbukti menyebabkan perlambatan ekonomi di seluruh negara terdampak, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, pandemi ini telah melanda 34 provinsi. Tak hanya menyebabkan defisit APBN/APBD yang semakin tinggi, pandemi ini juga menyebabkan sektor di luar pemerintah stagnan bahkan
mengalami kemunduran.

Tak terkecuali sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan sektor informal. Salah satu profesi yang sangat terpukul dengan mewabahnya Covid 19 adalah pedagang pasar dan ojek online.
Kondisi ini juga dialami oleh Kota Malang, Jawa Timur yang telah masuk dalam zona merah.

Sejak awal pandemi di medio Maret 2020, omzet pedagang pasar menurun drastis. Seperti yang diakui oleh Ibu Suhema, salah satu pedagang yang berjualan aneka bumbu dan empon-empon di Pasar Besar Kota Malang mengatakan bahwa dalam dua bulan terakhir omzetnya menurun 50 – 70%.

Hal senada diamini oleh Pak Yasin, pedagang ikan di pasar yang sama. Pak Yasin berharap wabah ini segera berlalu. Meski di satu sisi ada rasa khawatir juga karena pasar tradisional juga berpotensi menjadi sumber penularan virus seperti yang sudah terjadi di beberapa pasar lain.

Kondisi yang sama dialami oleh para driver ojek online (ojol). Pengguna jasa ojek online menurun drastis, apalagi dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya yang melarang ojol mengangkut penumpang.

Melihat kondisi seperti ini, mendorong beberapa pelaku ekonomi di Malang untuk ikut turun tangan mengatasi masalah ini. Elfiatur Roikhah, Dewan Pengawas PD.

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang, berinisiatif memfasilitasi para pedagang pasar dalam sebuah platform bisnis online. Dibantu penggiat IT dari Jakarta Niko Pasaribu, mereka menggandeng Tokopedia untuk mengoperasikan sistem ini.

“Kami sangat antusias dapat memperkenalkan platform bisnis online ini kepada masyarakat luas. Inisiatif dibuatnya toko ini adalah untuk membantu para pedagang, ojek online dan masyarakat yang pada saat pandemi Covid 19 ini kesulitan untuk bepergian ke pasar, salah satu tempat yang sangat ramai yang hari-hari ini dihindari banyak orang. Pedagang pun mengalami daya jual yang sulit karena berkurangnya para pembeli yang datang ke pasar. Platform ini “memajang” hampir semua pedagang dan jenis produk yang diperdagangkan di pasar tradisional.

“Dengan sistem ini, customer tetap bisa memilih untuk membeli barang dari pedagang langganannya tanpa harus ribet menghubungi para pedagang satu persatu,” ucap Elfiatur.

Sejak diluncurkan pada 7 Mei 2020, platform ini telah mendapat respon positif, baik dari masyarakat banyak, pedagang maupun driver ojol. Beberapa customer memberikan testimoni bahwa mereka masih bisa mendapatkan “feel” berbelanja di pasar meskipun secara virtual.

Sementara customer lain merasa terbantu untuk mendapatkan barang belanjaan yang segar dengan harga yang sangat murah, hampir tidak berbeda jika mereka berbelanja langsung di pasar. Para pedagang pasar juga merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya sistem ini.

Hal ini diungkapkan oleh Ibu Suhema, Ibu Bahar dan Pak Joni mewakili para pedagang di Pasar Besar Kota Malang. Sementara para pedagang lain di Pasar Dinoyo Malang, seperti Ibu Miseni, Pak Akhmad Mukhlis dan Pak Kholik juga mengungkapkan hal yang senada dengan rekan-rekan mereka di Pasar Besar Malang.

Ibu Suhema, pedagang yang berjualan aneka bumbu dan empon-empon berkata Bulan Maret – April 2020 lalu omzet penjualan saya menurun sampai 70%. “Tetapi sejak munculnya sistem jualan online ini, penjualan saya bisa dibilang ada peningkatan.”kata Ny Suhema.

Sementara temannya Ibu Bahar, penjual sayur mayur menambahkan: ”Saya cukup terbantu dengan adanya pembeli online yang suka dengan barang-barang fresh seperti sayur mayur yang tidak tahan lama sekalipun disimpan di kulkas. Saat- saat pandemi seperti ini, orang akan membeli makanan yang dapat disimpan lama. Dengan adanya jualan online pasar tradisional ini, jualan sayur saya tetap laku” kata Ny Bahar salah satu penjual.

Tak kalah Pak Joni sang penjual ikan juga berkomentar banyak ibu-ibu langganan saya
yang suka belanja ikan segar di pasar sempat mengalami kendala saat pandemi Covid 19 terjadi di sini, karena banyak keluarga yang menginginkan memasak ikan langsung setelah dibeli di pasar, rasanya lebih manis dan enak.

“Tetapi sekarang para pelanggan setia ini tidak perlu khawatir, karena mereka dapat memesan ikan segar kapan saja mereka butuh.”tandas Pak Joni.

Semua pedagang yang sudah ikut dalam program ini sangat berharap agar masyarakat lebih banyak lagi yang berbelanja secara online melalui platform yang sudah disediakan.

Demikian juga bagi para driver ojol, kehadiran platform ini memberi peluang baru di tengah berlangsungnya PSBB. Pak Muslimin, salah satu driver ojol mengatakan, jika sekarang dirinya lebih banyak stand by di pasar besar menunggu orderan. Baik pedagang pasar maupun ojol berharap, omzet akan kembali seperti sebelum pandemi.

“Saat ini ada dua pasar tradisional yang sudah dioperasikan secara online, yaitu Pasar Besar Malang dan Pasar Dinoyo Malang. Rencana kami ke depan adalah untuk mengembangkan ke seluruh pasar yang ada di wilayah Kota Malang agar masyarakat bisa lebih mudah untuk berbelanja ke pasar yang terdekat dari tempat tinggalnya,” Elfiatur menambahkan.

Niko Pasaribu, penggiat IT yang membantu Elfiatur menyatakan juga sedang menyiapkan sistem aplikasi sendiri untuk belanja online yang bisa diakses oleh masyarakat umum untuk membeli produk di pasar tradisional.

Pola pembayaran juga nanti akan lebih bervariasi baik dengan tunai maupun non tunai.“Selain pengembangan di bidang sistem aplikasi, kami juga sedang menjajaki kerjasama usaha dengan kelompok masyarakat seperti Karang Taruna di keluharan- kelurahan sehingga akan semakin banyak warga yang bisa menjadi bagian dalam pengembagan usaha online ini (mulai pemasaran produk, Penyiapan dan pengepakan sampai pada pengantaran barang). Kami juga berharap bisa menggandeng produsen mulai dari petani, peternak dan produsen barang kebutuhan sehari-hari lainnya untuk bergabung di dalam wadah baru nianti.”, demikian ditambahan oleh Rino Hendarson yang juga membantu Elfiatur di bidang pengembangan usaha kegiatan ini.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar