Ekbis

Wow..Sapi Milik Warga Asal Kabupaten Malang Dihargai Rp 160 Juta

Sapi jenis Limousin milik M Fauzi warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, ditawar Rp 160 juta, Kamis (5/9/2019).

Malang (beritajatim.com) – Kabupaten Malang selama ini dikenal sebagai daerah pertanian dan peternakan cukup baik ditingkat Propinsi Jawa Timur hingga Nasional. Salah satunya berupa hewan ternak, sapi.

Melalui kontes hasil peternakan pada Expo Pembangunan se Kabupaten Malang, Kamis (5/9/2019) siang ini, sapi jenis Limousin milik M Fauzi warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, harganya cukup fantastis. Dimana nilai ekonomi satu ekor sapi milik Fauzi, setara dengan harga mobil baru jenis Toyota Agya.

“Sudah ada orang yang menawar Rp 160 juta. Namun saya masih belum kepikiran untuk menjualnya,” ucap M Fauzi, salah satu peserta kontes ternak sapi yang diadakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, di halaman luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kamis (5/9/2019).

Menurut Fauzi, sapi Limousin miliknya berusia 4 tahun. Berat badannya mencapai 1,340 ton. Dia mulai merawat sapi tersebut, sejak masih berusia 2,5 tahun. “Dulu saya membelinya dengan harga Rp 48 juta. Merawatnya sama dengan sapi lainnya kok,” ucapnya.

Selain sapi Limousin yang memiliki berat badan super, ada juga sapi berkaki lima milik H. Madholi, warga Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran. Sapi jenis Sembowo (Sumbawa) ini, sudah ditawar orang dengan harga Rp 100 juta.

Meski secara postur tubuh masih kalah jauh dengan sapi jenis Limousin, namun sapi milik Madholi dibanderol tinggi karena memiliki keanehan. Kakinya ada lima. Salah satunya tumbuh di punggung (punuk). “Sapi saya ini namanya Raja Kaya. Dia memiliki kaki lima, sama seperti Pancasila ada lima sila dan rukun Islam juga ada lima,” jelas Madholi.

Sapi berkaki lima tersebut, dirawat sejak masih bayi karena hasil ternak sapinya. Sekarang usianya 3 tahun dengan berat badan 649 kilogram. “Orang menawar seharga Rp 100 juta datang dari Bali. Namun saya tidak berikan karena kasihan sapinya, biar saya rawat saja,” pungkasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar