Ekbis

Wow! Harga Jahe Merah di Malang Terus Meroket

Salah satu pedagang empon-empon di Pasar Besar Malang.

Malang(beritajatim.com) – Harga Jahe Merah di pasar tradisional Kota Malang terus meroket di tengah wabah virus corona Covid-19. Warga memang mulai mengkonsumsi empon-empon atau minuman ramuan sejak wabah virus corona terdeteksi masuk ke Indonesia.

Nyaris semua bahan-bahan ramuan tradisional ini mengalami kenaikan. Mulai dari kunyit, temulawak, kencur, dan paling naik signifikan adalah jahe merah. Memang ramuan tradisional ini dipercaya memiliki khasiat sebagai penambah daya tahan tubuh atau imunitas. Dimana daya tahan tubuh menjadi salah satu faktor tubuh kita terbebas dari ancaman Covid-19.

Pedagang empon-empon di Pasar Besar, Kota Malang, Lilis mengatakan, jahe merah biasanya dijual Rp45 ribu per kilogram. Namun, pada saat ini harga jahe merah menjadi Rp90 ribu per kilogram atau naik sebanyak 100 persen. Sementara jahe biasa naik dari Rp27 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram.

“Jahe merah jadi Rp90 ribu, jahe biasa jadi Rp48 ribu, temulawak dari Rp6 ribu jadi Rp10 ribu, kunyit sebelumnya Rp3.500, kini Rp12 ribu per kilogram. Kencur yang sebelumnya dijual Rp40 ribu, kini dijual Rp80 ribu per kilogram. Serai juga naik sekarang Rp4 ribu sampai dengan Rp 6 ribu per ikat, padahal kemarin saya jual Rp2.500 saja,” kata Lilis, Selasa, (10/3/2020).

Lilis mengatakan, kenaikan harga empon-empon memang terjadi sejak kabar warga Indonesia terserang virus corona. Selain itu, hasil penelitian para ahli yang menyebutkan minuman herbal bisa menjadi penangkal Covid-19, warga akhirnya berbondong-bondong membeli bahan-bahan minuman herbal.

“Permintaan banyak, stoknya minim jadi mahal. Banyak masyarakat yang cari, sejak dua minggu ini,” ucap Lilis.

Salah seorang pengunjung Pasar Besar, Dian Maulina mengungkapkan meminum ramuan herbal merupakan kebiasaan keluarganya. Bahkan, dia mengaku telah mengkonsumsi jahe sejak sebelum wabah virus corona menjadi ancaman dunia.

”Saya pasti konsumsi jahe untuk program penyembuhan sakit, menghindari obat kimia. Saya memang tidak suka konsumsi obat-obatan, kalau harganya mahal ya tetap dibeli karena butuh, minumnya jahe dan madu,” tandas Dian. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar