Iklan Banner Sukun
Ekbis

WhatsApp Business, Terobosan Baru untuk Kembangkan Perusahaan

Surabaya (beritajatim.com) – MoEngage mengumumkan Integrasi WhatsApp Business terbaru yang memungkinkan perusahaan mengumpulkan wawasan. Juga menjalankan kampanye WhatsApp yang dipersonalisasi untuk segmen konsumen yang berbeda guna meningkatkan keterlibatan, retensi, dan pendapatan.

Dalam rilis yang diterima redaksi beritajatim.com, Kamis (19/5/2022), dipaparkan bahwa sejak 2019, terjadi perubahan fundamental dalam pola pembelian konsumen, dimana konsumen mulai membuat keputusan pembelian yang semakin penting melalui ponsel cerdas mereka. Menurut sebuah studi oleh Google, pencarian melalui telepon genggam untuk “tempat terbaik untuk membeli XYZ” telah meningkat sebesar 70%, dan 59% konsumen menyebutkan bahwa kenyamanan berbelanja di perangkat seluler mereka merupakan hal penting ketika memutuskan merek atau dari toko apa mereka akan membeli sebuah produk.

Seiring dengan berkembangnya preferensi konsumen dan pola pembelian, sangat penting bagi perusahaan untuk mengikuti dan menangkap titik kontak dengan konsumen mereka pada tahap yang tepat dalam proses perjalanan pembelian. Karena telepon genggam telah menjadi bagian penting dari perjalanan ini, perusahaan perlu memperluas saluran komunikasi yang tersedia dengan memasukkan WhatsApp.

Platform keterlibatan berbasis wawasan, MoEngage memungkinkan para perusahaan mempelajari apa yang dicari konsumen mereka di aplikasi seluler atau situs web mereka, menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi langkah selanjutnya yang akan diambil konsumen mereka, serta membantu mereka secara otomatis mengirimkan rekomendasi, peringatan, dan pengingat yang relevan secara kontekstual melalui beberapa saluran komunikasi.

Dengan kemitraan ini, para perusahaan sekarang dapat memiliki komunikasi yang dipersonalisasi dengan konsumen mereka yang melek teknologi dan mengutamakan mobile di WhatsApp.

Alasan mengapa perusahaan tidak dapat mengabaikan WhatsApp

Tersedia di 180 negara dan mendukung 20 bahasa lokal, WhatsApp paling banyak digunakan pada kelompok usia 26 hingga 35 tahun, dimana audiens sudah paham akan kebutuhan internet.

Menurut AISensy, terdapat 54% konsumen yang lebih suka menggunakan WhatsApp untuk menerima status dan pembaruan pengiriman, 50% konsumen yang platform ini untuk membuat janji dan mendapatkan pemberitahuan tentang acara mendatang dan 23% konsumen ingin menerima penawaran promosi dari brand favorit mereka melalui WhatsApp.

Karena semakin banyak perusahaan yang mengadopsi platform ini, tim WhatsApp meningkatkan cara bagaimana perusahaan dapat berkomunikasi dengan konsumen mereka. Misalnya, perusahaan sebelumnya memiliki keterbatasan dalam mengirimkan pemberitahuan tepat waktu, sehingga sulit untuk menindaklanjuti dengan konsumen mereka di luar jendela 24 jam. Untuk memungkinkan interaksi yang lancar dan tepat waktu antara perusahaan dan konsumen mereka, WhatsApp sekarang mendukung lebih banyak jenis pesan, misalnya, untuk memberitahu konsumen saat item yang mereka inginkan telah tersedia kembali. Setelah menyaksikan pentingnya pembaruan berkala dari otoritas kesehatan tentang menanggapi pandemi COVID-19, tim WhatsApp juga berupaya membuat layanan serupa tersedia untuk lebih banyak jenis percakapan.

Komunikasi yang dipersonalisasi dan relevan merupakan kunci

Katakanlah konsumen sebuah perusahaan mencari peralatan berkebun di rumah, menelusuri beberapa produk, dan terdistraksi oleh email penting, yang menyebabkan mereka mengabaikan proses belanja mereka. MoEngage akan mengamati perilaku ini, mengumpulkan wawasan, dan meminta perusahaan tersebut untuk mengirimkan pesan WhatsApp kepada konsumen tersebut yang mengingatkan mereka tentang diskon yang sedang berlangsung untuk peralatan berkebun di rumah selama mereka telah meminta untuk menerimanya.

“Melalui kerja sama dengan Meta, kami bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara para perusahaan dan konsumen dengan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan wawasan tentang konsumen, perjalanan, dan dampak jangka panjang dari kampanye WhatsApp pada berbagai metrik bisnis penting seperti LTV, pendapatan, retensi , serta product stickiness”, tambah Raviteja Dodda, CEO dan salah satu pendiri MoEngage. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar