Ekbis

Waspada! Pinjol Ilegal Gentayangan di Tengah Pandemi

Ketua Ansor Kabupaten Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto saat menyampaikan sambutan

Jombang (beritajatim.com) – Dalam situasi pandemi Covid-19, banyak oknum yang menjadikannya sebagai kesempatan. Di antaranya maraknya penawaran penjaman online (pinjol) ilegal dan investasi ilegal.

Menyikapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur mengingatkan masyarakat mewaspadai tawaran tersebut. Ada dua hal dalam yang harus diwaspadai dalam melakukan investasi, yakni 2-L (legal dan logis).

Demikian dikatakan Deputi Direktur Pengawasan LJK4 dan Perizinan OJK Jawa Timur, Muhammad Eka Gonda Sukmana, saat berada di Jombang, Kamis (3/12/2020). “Legal artinya pastikan penawaran yang dilakukan memeliki izin resmi (legalitas) dan ada otoritasnya. Kemudian logis artinya harus lihat dari aturan-aturannya. Mulai dari suku bunga, jumlah bagi hasil, dan lain-lain” ujarnya.

“Saat akan berinvestasi imbal hasil yang didapat masuk secara logika. Jangan hanya karena teriming-imingi atau hanya karena influencer alias janji-janji yang tidak jelas. OJK mengkoordinir tentang pemberantasan investasi ilegal melalui Satgas Waspada Investasi,” sambungnya.

Muhammad Eka Gonda Sukmana juga mengingatkan soal maraknya pinjol ilegal. OJK kemudian membeberkan ciri-ciri pinjaman online yang legal, yakni dengan rumus Cemilan.
Cemilan adalah singkatan dari Camera, Microfon, dan Location. Hal itu merupakan tiga hal yang bisa dan boleh diakses oleh pinjaman online.

“Jika aplikasi atau penyedia pinjaman online mengakses di luar tiga hal tersebut, dapat dipastikan keberadaannya illegal dan merugikan. Ini yang harus diwaspadai. Melalui sosialisasi ini diharapkan peserta dan masyarakat mampu membedakan bagaimana pinjaman online,” ujarnya.

Kedatangan OJK Jatim ke Jombang dalam rangka sosialiasai modal dan industri keuangan non bank. Acara ini bekerja sama dengan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang.

Ketua Ansor Kabupaten Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menjelaskan kerja sama yang sudah berjalan dalam tiga kali ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada anggota Ansor dan Banser yang notabene juga sebagai pelaku usaha.

Edukasi sesuai dengan tema besar yang sudah ditentukan. Kemudian untuk sub tema pembahasan mengenai reksadana, strategi dalam berinvestasi serta bahaya investigasi illegal, dan mengenai pengenalan tentang pinjaman online.

Peserta sosialisasi meliputi Ketua Pimpinan Anak Cabang 21 kecamatan, perwakilan Satkorcab Banser, serta kader GP Ansor/Banser yang bergelut di bidang wirausaha. Kemudian, pelaku/pegiat bisnis online shop, UMKM, Koperasi, dosen, serta guru.

“Dengan memiliki ilmu yang cukup, diharapkan juga bisa menggunggah kemandirian anggota PC GP Ansor. Mandiri dalam keuangan dengn memberi modal keterampilan dan pengelolaan keuangan dan usaha. Dengan mampu mandiri pengelolaan keuangan dan usaha secara pribadi selanjutnya diharapkan dapat mendukung kemandirian organisasi,” ujar Gus Antok, panggilan akrab H. Zulfikar Damam Ikhwanto. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar