Ekbis

Warung Bangkrut karena Covid-19, Bapak Satu Anak Ini Bangkit Lewat Kerajinan Kayu Bekas

Kediri (beritajatim.com) – Di tangan Lingga Satya Julang Sumargo, lembaran kayu sisa bisa disulap menjadi barang kerajinan yang bernilai tinggi. Pemuda asal Perumahan Gogorante Permai, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini membuar karya seni home dekor berupa, meja, kursi, rak, rias, hingga etalase kain untuk pameran.

Menurut Lingga, ide tersebut muncul saat awal terjadi wabah Covid-19. Usaha warungnya mengalami kemerosotan penjualan, lantaran berkurangnya daya beli masyarakat. Bapak satu anak ini terpaksa menutup usaha warungnya. Tetapi, ia justru menemukan jalan dalam mengatasi perekonomian di tengah krisis ekonomi.

Lingga melihat adanya tumpukan kayu sisa potongan dari penggergajian serta kayu bekas pallet. Kemudian muncul ide untuk mengubah kayu bekas tersebut menjadi rak perlengkapan rias. Tidak disangka, rak buatannya tersebut banyak dipesan oleh orang setelah mencoba dipasarkan melalui media sosial, dan grup whatsapp.

Bahkan, kata Lingga, banyak pembeli yang memesan berbagai bentuk, mulai kursi geser dan meja. Tidak hanya itu, dengan memanfaatkan momen banyaknya orang yang berburu bunga kemudian dimanfaatkan Lingga untuk membuat berbagai rak bunga sebagai hiasan dalam rumah. Hasilnya sangat luar biasa. Pesanan rak bunga tersebut dapat menembus pasaran di wilayah Sumenep.

“Untuk bahan baku saya memilih limbah kayu kayu pinus atau jati belanda bekas palet. Sehingga hasil dari produknya pun bagus. Karena selain dipolitur, dua jenis kayu tersebut jika diberi finishing bakar, maka akan terlihat serat kayunya, Nah, hal inilah yang menambah nilai artistik benda tersebut,” kata Lingga.

Saat ini penjualan hiasalan dinding dan home dekor karya Lingga menembus pasaran Surabaya, Malang dan Tuban. Untuk harga harga jualnya bervariatif, tergantung model. Seperti rak bunga dipatok dengan Rp 100 ribu sampai Rp 350 ribu, rak make-up mulai harga Rp 20 ribu hingga Rp 75 ribu.

Sementara untuk kursi sleeding harga Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. Dalam sebulan, hasil karya yang dihasilkan untuk rak bunga bisa mencapai 16 buah hingga 30 rak dinding. Sedangkan kursi dan meja hanya memproduksi berdasarkan pesanan, karena minimnya modal. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar