Ekbis

Penangkaran Emprit Jepang

Warga Sidoarjo Meraup Untung dari Kicauan Burung

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kicau burung bersahut-sahutan menghiasi rumah Iwan Qurniawan (31) di Desa Kebakalan, Kecamatan Porong, Sidoarjo, setiap hari . Usaha penangkaran burung Emprit Jepang milik Iwan dalam setahun itu sudah banjir permintaan.

Mulanya dia hanya memiliki tiga pasang indukan burung Emprit Jepang atau burung jenis Society Finch saja. Emprit Jepang dengan corak bulu khas yang indah itu kini mulai digandrungi para pecinta burung.

“Mulanya hanya tiga pasang indukan. Sekarang saya telah mengembangbiakkan beberapa jenis indukan lain. Diantaranya jenis emje, pinstat, starpin, zebra, gold amadine. Jenis-jenis tersebut saat ini banyak diminati pecinta burung kicau,” katanya, Sabtu (26/10/2019).

Iwan menerangkan, untuk mengembangbiakkan burung Emprit Jepang pertama kali harus bisa membedakan jenis kelaminnya. Karena burung ini sulit dibedakan antara jantan dan betina. Sehingga pengamatannya harus jeli. Dari perilaku, suara atau kicauan barulah bisa menentukan jenis kelaminnya.

Iwan memegang anakan burung Emprit Jepang

“Misalkan burung yang sering mengembangkan bulu-bulu, serta memanjangkan lehernya dan sering berkicau bisa dipastikan berjenis kelamin jantan,” terang Iwan.

Disinggung soal harga pasaran? Iwan mengaku harganya cenderung mengalami kenaikan. Untuk itulah dirinya terus menambah jumlah indukannya. “Harga pasaran Emprit Jepang jenis gold amadine warna kuning biru Rp 750 ribu/ekor, sedangkan perindukan Rp 1 juta/ekor. Sementara jenis emje jambul Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta/ekor. Sedangkan untuk induknya Rp 4 juta,” rinci Iwan.

Soal perawatan, Iwan menjelaskan, burung Emprit Jepang sangat mudah dan makanannya pun juga gampang dicari. Burung ini sangat rajin dalam merawat anaknya saat menetas. “Begitu telur menetas induknya akan rajin memberikan makanan pada bayinya. Burung ini juga tahan terhadap penyakit,” imbuhnya.

Peluang usaha penangkaran burung Emprit Jepang yang digelutinya kini mulai kebanjiran permintaan. Dari usaha penangkaran Emprit Jepang ini Iwan mendapat keuntungan Rp 3 Juta sampai Rp. 4 Juta setiap bulan. [isa/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar