Ekbis

Warga Ponorogo Bayar Pajak Pakai Uang Receh Sebanyak Kantong Plastik

Nursalam Romdoni saat membayar pajak kendaraan di kantor Samsat Ponorogo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Membayar pajak kendaraan sudah biasa dan memang menjadi kewajiban bagi warga negara yang mempunyai kendaraan bermotor.

Namun hal itu menjadi luar biasa dan menarik jika membayar pajak kendaraan dengan menggunakan uang recehan. Tentu butuh ribuan uang receh yang digunakan, apalagi untuk membayar pajak kendaraan roda empat yang lebih mahal dari kendaraan roda dua.

Itulah yang dilakukan oleh Nursalam Romdoni, warga Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan, Ponorogo. Dia membawa 6 kantong plastik berisi uang pecahan Rp 100 hingga Rp 1000 untuk membayar pajak kendaraan roda empatnya di kantor Samsat Ponorogo.

“Untuk membayar pajak mobil saya, total ada 6 kantong plastik berisi uang recehan. Ini jumlahnya Rp 1.250.000,-,” kata Nursalam Romdoni, usai membayar pajak, Kamis (22/10/2020).

Nursalam yang sehari-hari bekerja sebagai sales aksesoris anak-anak itu mengaku mengumpulkan uang receh sejak setahun terakhir. Uang itu dikumpulkan dari hasil jualan dagangan aksesoris anak-anak yang selama ini digelutinya. Nursalam mengaku, bukan kali ini saja dirinya membayar pajak kendaraan dengan uang receh.

Namun, ini sudah kali ketiga dirinya menggunakan uang receh. Yakni saat membayar pajak tahun 2018 dan 2019. “Setiap hari saya mengumpulkan uang receh sebanyak Rp 10 ribu,” katanya.

Sekarang ini, menurutnya, uang receh tidak bernilai lagi. Masih berharga permen dari pada uang receh. Sehingga ada yang dibuang-buang. Berawal dari keprihatinannya itulah, Nursalam dalam tiga tahun terakhir membayar pajak dengan menggunakan uang receh.

“Saya mengkampanyekan membayar dengan uang receh ini sejak tiga tahun terakhir. Saya ingin uang receh ini berguna lagi untuk pembayaran atau sebagai uang kembali,” pungkasnya.

Sementara itu Kanit Regident Samsat Ponorogo Iptu Marjono menerima pembayaran pajak kendaraan Nursalam ini walau dengan uang receh. Sebab, uang merupakan alat pembayaran yang sah. Tidak lupa Iptu Marjono juga menghitung lagi uang dibayarkan oleh Nursalam.

Dia malah mengapresiasi Nursalam yang membayar pajak kendaraan tepat waktu. “Saya mengapresiasi Mas Nursalam, bayar pajak kendaraan tepat waktu. Semoga bisa ditiru oleh masyarakat Ponorogo yang lain,” katanya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar