Ekbis

Warga di Hutan Meru Betiri Miliki 30 Motif Batik

Jember (beritajatim.com) – Warga yang menjadi pembatik di kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri, Kabupaten Jember, Jawa Timur, semakin mengembangkan usaha.

Kini sudah ada 30 motif batik motif Meru Betiri yang mereka ciptakan. Mayoritas terilhami flora dan fauna endemik di kawasan tersebut, seperti tumbuhan rafflesia dan elang Jawa. Para pembatik adalah binaan Universitas Jember.

“Pewarnaannya menggunakan teknik pewarnaan alami, misalnya dengan menggunakan mangrove, daun jati, dan bahkan tanaman putri malu,” kata Hari Sulistyowati, salah seorang peneliti sekaligus pembina kelompok pembatik Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember, Rabu (31/7/2019).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro melemparkan pujian, saat berkunjung ke Unej dalam peresmian Desa Wonoasri sebagai pusat batik Meru Betiri kemarin sore.

“Sebagai daerah pertanian dan perkebunan, maka menjaga kelestarian alam di Jember dan sekitarnya adalah kewajiban. Jika alam sekitar terganggu, maka dampaknya bagi pertanian akan luar biasa. Ini yang kita sebut sebagai pembangunan inklusif yang tidak hanya berpihak pada satu sisi saja, menjembatani antara kelestarian alam dan pemenuhan kebutuhan ekonomi,” kata Bambang.  [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar