Ekbis

Wamen ESDM Kunjungi P2B Gandul Pastikan Pasokan Listrik Selama Lebaran

Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) Archandra Tahar mengunjungi pusat pengatur beban (P2B) Gandul untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan jelang lebaran.

“Kesiapan pasokan listrik sangat penting, agar masyarakat bisa menikmati lebaran bersama keluarga dengan nyaman dan terang. Untuk itu kami pastikan kehandalan dan ketersediaan suplai listrik selama lebaran dalam kondisi cukup,” kata Arcandra dalam pernyataan resmi yang diterima hari ini.

Sementara Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin menambahkan, berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada saat Idul Fitri pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan beban puncak pada kondisi hari kerja dikarenakan banyaknya industri yang berhenti beroperasi (libur). “Karena banyaknya industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun, namun kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga” ujar Amir.

Diperkirakan Idul Fitri 1440 H/2019 beban puncak malam hari, pada Sistem Kelistrikan Sistem Jawa Bali mengalami penurunan sebesar 56-60%.

Meski demikian PLN akan menyiapkan satuan tugas distribusi yang tersebar di seluruh wilayah. Hal ini untuk menjamin pasokan listrik dan antisipasi gangguan jaringan selama Ramadhan hingga lebaran nanti. “PLN telah menetapkan masa siaga Lebaran dari H-15 sampai dengan H+15 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam. Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga,” tambah Amir.

Pada saat Lebaran nanti, daya mampu netto pembangkit sistem Jawa Bali adalah sebesar 34.716 MW sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak lebaran yang diperkirakan mencapai 17.179 MW. Cadangan Operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62%

Sementara itu sejumlah upaya telah dilakukan untuk memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan, meliputi kesiapan (availability) unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi.

Kemudian menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuali pekerjaan emergency/perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan. Serta membuat rencana dan pola operasi unit-unit pembangkit berdasarkan perkiraan beban (load forecast) pada periode Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya, dengan menyiapkan cadangan putar (spinning reserve) lebih besar dibandingkan waktu reguler.
Pengawasan dan siaga di sejumlah obyek vital seperti masjid dan pusat keramaian terkait ketersediaan pasokan juga terus dilakukan. (hen/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar