Iklan Banner Sukun
Ekbis

Walikota Kediri Apresiasi Terobosan KUBE Hadirkan Ternak Kambing Tanpa Bau

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasi atas inovasi yang telah dilakukan oleh KUBE Sumber Rejeki yang inovatif dan tidak menyerah dalam usaha di tengah pandemi.

Kediri (beritajatim.com) – Salah satu masalah peternakan kambing di tengah pemukiman  adalah gangguan polusi dari bau kambing maupun kotorannya.

Namun, menggunakan pakan ternak prebiotik, Kelompok Usaha Bersama (KUBE)   berhasil berinovasi ternak kambing tanpa menimbulkan bau yang mengganggu layaknya pada kandang kambing pada umumnya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasi atas inovasi yang telah dilakukan oleh KUBE Sumber Rejeki yang inovatif dan tidak menyerah dalam usaha di tengah pandemi.

“Bukan hal mudah beternak kambing di tengah kota, karena bau yang mengganggu tetangga sekitar. Biasanya yang banyak diternak itu ikan atau burung. Saya berharap usaha ini semakin maju, dan mau menularkan ilmunya pada orang lain, sehingga akan lahir banyak peternak muda yang sukses di Kota Kediri,” ujar Mas Abu.

Lurah Ngronggo, Heru Sugiarto menyampaikan, peternakan yang berlokasi di Jalan Sumber, Kelurahan Ngronggo ini merupakan KUBE yang beranggotakan 8 orang dari Karang Taruna.

“KUBE ini dijalankan oleh pemuda karang taruna. Walaupun sempat terdampak karena PPKM saat Hari Raya Idul Adha yang lalu, mereka bisa mencapai omset sampai 50 juta rupiah,” ujar Heru.

Hal ini yang membuat kambing yang diternak ini mendapat pembeli yang datang dari daerah lain di eks-Karesidenan Kediri. Bahkan ada siswa yang magang di peternakan tersebut.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasi atas inovasi yang telah dilakukan oleh KUBE Sumber Rejeki yang inovatif dan tidak menyerah dalam usaha di tengah pandemi.

Salah satu pengelola Ternak Kambing “Sumber Rejeki”  yaitu Edi Susanto menyatakan, minimnya bau yang dihasilkan kambing berasal dari pakan yang dipilihnya.

“Kami menggunakan pakan dari sampah dedaunan yang telah dihaluskan dan difermentasi untuk 50 ekor kambing yang kami kelola. Pakan tersebut juga akan diberi probiotik dan multivitamin sehingga nutrisi tetap terjaga,” ujar Edi.

Bahkan Edi menyatakan, penelitian dari Universitas Islam Kadiri yang menyatakan bahwa daging kambing dengan pakan fermentasi tersebut lebih rendah kolestrerol daripada kambing pada umumnya.

Dalam sehari 50 ekor kambing yang ada mampu menghabiskan 1 kwintal pakan yang telah disediakan.

Saat Ini, Kelompok Ternak “Sumber Rejeki” ini akan menambah 1 kandang lagi. Sebelumnya telah ada 2 kandang yang masih berfungsi hingga sekarang. [nm/ted].


Apa Reaksi Anda?

Komentar