Ekbis

Walau Pandemi Covid-19, PG Justru Ekspor Pupuk ke India

Gresik (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 tidak menjadi hambatan bagi Petrokimia Gresik (PG) untuk memanfaatkan pasar ekspor pupuk ke beberapa negara. Saat ini, perusahaan dengan tagline ‘solusi agroindustri’ itu melakukan ekspor pupuk NPS ke India.

Ekspor pupuk NPS 50 ribu ton ke negara ‘Bollywood’ itu bisa jadi merupakan rekor tersendiri bagi PG di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Namun, hal itu malah tidak mengganggu kinerja ekspor pupuk Petrokimia Gresik.

Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik (PG) Digna Jatiningsih menuturkan, ekspor ini dilakukan setelah perusahaan memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi domestik sesuai alokasi pemerintah.

“Kami tegaskan petani dalam negeri tidak perlu kuatir, kami tetap menjalankan kewajiban penyaluran pupuk bersubsidi sesuai alokasi pemerintah, dan menyediakan juga pupuk non-subsidi untuk kebutuhan yang tidak teralokasi pada skema subsidi,” tuturnya, Selasa (16/06/2020).

Digna menambahkan, ekspor pupuk NPS ini menambah capaian penjualan ekspor Petrokimia Gresik di tahun 2020. Hingga semester pertama 2020. Petrokimia Gresik telah mengekspor pupuk sebanyak 253 ribu ton, terdiri dari NPS 175 ribu ton dan Urea 78 ribu ton, ke India dan Meksiko.

“Pencapaian ini sudah 58 persen dari target ekspor perusahaan. Dimana pada tahun ini kami menargetkan ekspor pupuk ZK, NPK, NPS dan Urea sebanyak 435 ribu ton, atau meningkat 10 persen
dari realisasi tahun 2019,” imbuhnya.

Saat ditanya kenapa tetap mempertahankan pasar ekspor pupuk ditengah pandemi Covid-19. Dijelaskan Digna, ini adalah bentuk kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama peningkatan kinerja ekspor nasional agar neraca perdagangan tetap surplus.

“Ekspor pupuk NPS ini juga untuk menyumbang devisa sekaligus mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat,” paparnya.

Sementara itu, terkait pengiriman pupuk ekspor yang melibatkan awak kapal asing, Petrokimia Gresik tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19, termasuk di seluruh pelabuhan Petrokimia Gresik.

“Kami akan terus memperkuat penetrasi pasar internasional dengan menyasar negara-negara di luar Asia,” kata Digna.

Saat ini, Petrokimia Gresik memiliki 31 pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 8,9 juta ton per tahun. Terdiri dari 5 juta ton pupuk dan 3,9 juta ton non-pupuk.

Dari 5 juta ton kapasitas produksi pupuk, sebesar 2,7 juta ton diantaranya adalah pupuk NPK dan NPS (terbesar di Indonesia). Dari jumlah tersebut, sebesar 2,2 juta ton digunakan untuk memenuhi alokasi pupuk NPK bersubsidi. Sedangkan selebihnya untuk memenuhi pasar komersil, baik retail maupun ekspor. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar