Iklan Banner Sukun
Ekbis

Usai Melambung Tinggi, Harga Emas Diprediksi akan Terus Alami Koreksi

Surabaya (beritajatim.com) – Perang Rusia dan Ukraina mendorong harga emas mencapai level tertinggi dalam delapan bulan terakhir di harga $ 2.070/toz pada awal Maret 2022. Meski penguatan tersebut tak bertahan lama karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Rusia, emas sempat terjungkal ke level $ 1.894/toz.

Namun, sanksi tersebut rupanya malah meredupkan pertumbuhan ekonomi global dan memicu inflasi serta instabilitas terhadap berbagai harga komoditas seperti pasokan energi, biji-bijian gandum dan logam lainnya.

Selain itu efek multiplier lain adalah harga minyak yang melompat tinggi, diiringi dengan pelemahan dollar AS bersama dengan imbal hasil treasury.

Jelang akhir Maret 2022, harga emas kembali mengalami koreksi di area $ 1910/toz – $ 1950/toz karena harga dollar kembali menguat menyusul bantuan AS terhadap Ukraina dalam bentuk pendanaan milyaran dollar.

Pimpinan Cabang PT Bestprofit Futures cabang Surabaya (BPF Surabaya) Kiki Kurniadin memaparkan, ke depan, prediksi emas akan terus mengalami koreksi hingga ke level $ 1.800/toz karena isyarat The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin akibat melonjaknya inflasi Amerika Serikat.

“Meskipun kebijakan The Fed bakal menentukan harga emas, namun konflik Rusia-Ukraina tetap menjaga posisi harga emas untuk tetap bertahan di level yang tinggi. Bahkan jika situasinya semakin memanas, bukannya tidak mungkin harga emas akan melesat jauh lagi” tandasnya.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar