Ekbis

Usaha Hancur Akibat Gempa, Ismail Justru Tersenyum

Banyuwangi (beritajatim.com) – Getaran gempa bumi berkekuatan 6,1 SR yang berpusat di barat daya Kabupaten Malang, juga dirasakan warga Banyuwangi. Getaran gempa yang cukup kuat ternyata juga merusak sejumlah fasilitas usaha warga setempat.

Salah satunya warung kopi milik Ismail di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Saat gempa terjadi, warungnya nyaris hancur lebur karena tertimpa reruntuhan bangunan di sebelahnya.

Kebetulan, bangunan yang melekat dengan warungnya itu sedang dilakukan renovasi. Temboknya runtuh dan menimpa warungnya. Beruntung ia selamat. “Saat itu saya sedang menata dagangan. Tiba-tiba saya merasakan getaran karena gempa, lalu saya lari menjauh. Tidak lama tembok toko roboh menimpa warung saya,” cerita Ismail, (14/4/2021).

Reruntuhan bangunan sekaligus merusak seiisi warung. Peralatan masak dan lainnya juga ikut hancur. Ismail hanya pasrah, bahkan tak mampu berbuat apa-apa. Lantas ia pun tak bisa bekerja mengais rejeki dari usahanya.

Beruntung sekali, kondisi yang dialami oleh Ismail mendapat simpati dari orang nomor satu di Bumi Blambangan. Ya, Bupati Ipuk Fiestiandani menyambangi tempat usahanya.

Tidak hanya itu, langkah lembutnya memberikan secercah harapan. Kebahagiaan dan sedikit simpul senyum yang mulai mengembang.

Benar saja, Program “Wenak“ menyentuhnya. Program baru bupati baru ini merupakan perbaikan warung kecil dan memberikan bantuan alat-alat usaha sesuai kebutuhan pemilik warung. Seperti etalase, dispenser, blender, kompor, meja-kursi, peralatan makan, dan lainnya.

Senang bukan kepalang, Ismail juga mendapat gerobak baru, hasil kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan. Selain itu, Ismail mendapat modal berupa kopi, susu kaleng, teh, dan lainnya.

“Saya sangat berterima kasih atas pemberian ini. Sebelumnya saya sempat bingung mau kerja apa,” katanya.

Ismail menceritakan sebelum membuka warung kopi di Banyuwangi, dia sempat membuka usaha yang yang sama di Bali. Namun, setahun yang lalu, pandemi Covid-19 membuat Bali sangat sepi. Ismail memutuskan untuk pulang ke Banyuwangi. Dia akhirnya membuka warung dengan sisa modal yang ada.

”Modal sudah habis karena pandemi, lalu kemarin warung hancur. Saya bersyukur dibantu sehingga bisa bekerja lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk memotivasi Ismail agar terus giat bekerja. Dengan bantuan gerobak dan berbagai peralatan, Ipuk yakin Ismail bisa bangkit dan kembali bekerja dengan baik. ”Insya Allah setelah ini warung kopinya tambah laris. Saya tadi mau pesan kopi, tapi kan puasa,” canda Ipuk disambut tawa Ismail.

Ipuk menambahkan, program Warung Naik Kelas ditargetkan bisa menjangkau 300 pemilik warung skala mikro dalam dua bulan ke depan. ”Dan akan terus kami tingkatkan setelahnya, dalam setahun ke depan bisa mendekati 1.000 warung. Sehingga ini bisa menjadi instrumen pemulihan ekonomi,” ujarnya. (rin/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar