Iklan Banner Sukun
Ekbis

Maksimalkan Potensi Ekonomi

Unida Gontor Dukung Pengembangan Kampung Durian di Ngebel

Rektor Unida Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi saat memotong buah durian di Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel. (Foto/Humas Unida Gontor)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kecamatan Ngebel di Kabupaten Ponorogo selama ini terkenal akan daya tarik pariwisatanya. Yakni tentu saja Telaga Ngebel. Padahal, selain sisi pariwisatanya, Ngebel juga kaya akan pertaniannya.

Salah satunya adalah buah durian. Buah dengan kulit lancip-lancip ini merupakan salah satu potensi terpendam di daerah yang berada di lereng Gunung Wilis tersebut. Melihat hal itu, Universitas Darussalam Gontor (Unida Gontor) mengadakan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat di kawasan tersebut.

Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan daya manfaat buah durian di sana dan meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Salah satunya dengan pembukaan kebun dan lounching produk unggulan di Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Ponorogo. “Saat tinggal di Malaysia, saya melihat, bahwa durian diolah menjadi berbagai produk dengan tetap menjaga cita rasanya,” kata Rektor Unida Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, Minggu (2/1/2022).

Unida Gontor, kata Prof. Hamid, memiliki program studi-program studi yang mampu mendorong pemberdayaan buah durian tersebut. Yakni program studi (Prodi) Agroteknologi yang dapat mengolah tanaman untuk menciptakan jenis lebih baik.

Ada juga, Prodi Teknologi Industri Pertanian (TIP), yang dapat mengolah hasil tanaman dan melalukan packaging yang baik. Prodi Ekonomi Islam dan Manajemen dapat membantu dari manajemen pemberdayaan dan pemasarannya. Selain itu, UNIDA Gontor juga ada Prodi Farmasi dan Ilmu Gizi.

Dimana mereka bisa mengecek setiap bagian dari buah durian di laboratorium. Sehingga, kulit dan bijinya pun dapat dimanfaatkan. “Saat ini sudah zamannya online. Harus dapat membuat produk yang dijual online dan dapat dikirim dengan tetap menjaga kualitasnya,” ungkap Prof Hamid.

Dalam pemberdayaan dan pendampingan dari Unida Gontor, masyarakat di Ngebel sudah menghasilkan tiga produk khas Durian Kanjeng Ngebel. Yakni Pie Kanjeng, Bolu Kanjeng dan Rollcake Kanjeng. Program PPUD (Pengembangan Produk Unggulan Daerah) yang dilakukan oleh Unida Gontor ini, memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) selama tiga tahun, yakni tahun 2019 hingga 2021 sebesar Rp 450 juta.

Tak hanya dari Kemendikbud Ristek, program tersebut juga memperoleh pendanaan tambahan dari dana mitra Kampung Durian sebesar Rp 30 juta. Seluruh dana tersebut dialokasikan oleh tim abdimas untuk menjadikan Kampung Durian sebagai agrowisata. “Sehingga, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik melalui pemanfaatan sumberdaya lokal yang memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya.

Sementara itu Camat Ngebel Yusub Dharmadi Jaya Prabowo menyambut baik inisiasi dari UNIDa Gontor ini untuk lebih mempopulerkan atau mengembangkan buah durian asal Ngebel. Dirinya senang, sebab dengan pemberdayaan ini tentu nantinya akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami senang dan bangga, karena sebelum ini belum banyak produk oleh-oleh khas dari Ngebel. Durian banyak diolah menjadi aneka makanan,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar