Iklan Banner Sukun
Ekbis

Undang Sederet Investor, Bupati Trenggalek Tawarkan Peluang Investasi dengan Konsep Bisnis Trip

Sejumlah Owner, CEO perusahaan yang tergabung dalam CEO Indonesia menghadiri undangan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Trenggalek (beritajatim.com) – Sejumlah Owner, CEO perusahaan yang tergabung dalam CEO Indonesia menghadiri undangan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Mereka memperoleh tawaran dari orang nomor satu di Kabupaten Trenggalek untuk menanamkan iventasi dengan konsep bisnis trip.

Para Owner ini diajak berkeliling ke sejumlah spot yang ada di Trenggalek. Hari pertama, lokasi yang dipilih adalah Kecamatan Watulimo dan hari selanjutnya Kawasan Perkebunan Dilem Wilis dan Kawasan Soekarno-Hatta. Di tempat ini terdapat aset pemerintah yang dapat dikembangkan menjadi sentra perekonomian.

“Harapannya nanti, ini gayung bersambut. Tidak hanya mempersiapkan persiapan pariwisata di Trenggalek, tetapi juga meningkatkan investasi di Trenggale. Pak Presiden mengharapkan pasca melewati lonjangan Covid yang begitu luar biasa, beliau berpesan satu tetap menjaga kesehatan. Namun yang kedua beliau ingin uji coba untuk tempat pariwisata, investasi dan UMKM diharapkan juga segera menggeliat,” lanjut kata Bupati M. Nur Arifin.

Suami Novita Hardini ini menambahkan, untuk asesmen Kemenkes, Trenggalek kini masuk di level 1, meskipun tingkat capaiannya belum 50%. Oleh karena itu, Pemkab Trenggalek melakukan uji coba pariwisata sekaligus mendatangkan konsep Bisnis Trip. Sehingga kehadiran, para CEO, para owner bisa mengenal potensi-potensi yang ada.

Yang ditawarkan hari ini adalah di kawasan Watulimo. “Kenapa Watulimo, karena di sini mulai sektor perikanan, sektor pariwisata, kemudian perdagangan. Sekarang di Pantai Prigi, kemudian nanti sentra produksi perikanan, pabrik es, cold Storage dan yang lainnya,” lanjutnya.

Sejumlah Owner, CEO perusahaan yang tergabung dalam CEO Indonesia menghadiri undangan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Lalu, hari berikutnya ke kawasan Perkebunan Dilem Wilis 200 hektar. Kemudian kawasan Soekarno-Hatta ada beberapa aset pemerintah yang rencana akan ada jalan tembus di perempatan Widowati yang berhimpitan dengan aset pemerintah. Harapannya dapat menjadi pusat pertumbuhan baru untuk kawasan central bisnis stage di Kabupaten Trenggalek.

“Tentu platform utamanya adalah tourism. Untuk yang lain masih produk hilirisasi di sektor pertanian dan perkebunan. Itu utama karena 70% kawasannya adalah kawasan hijauan yang ekonomi masyarakat PDRB-nya paling besar disumbang sektor pertanian, perkebunan dan perikanan,” tutupnya.

Menimpali suaminya, Novita Hardini Mochamad, SE., yang terpenting adalah pembukaan isolasi wilayah. Sebab, pemasaran produk-produk UMKM unggulan Trenggalek saat ini membutuhkan pasar. ” Bagaimana kita bisa menjalankan aktifitas ekonomi skala nasional maupun global,” kata penggiat perempuan itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, menambahkan pemerintah memiliki optimisme yang besar untuk level di Trenggalek ini bisa berubah dari level 3 turun ke level 2.

“Hari ini dilaksanakan gerakan vaksinasi dengan menggerakkan semua elemen. Mudah-mudahan minggu depan bisa turun. Dari situlah kita melakukan uji coba pada destinasi kita. Selain itu juga mengimplementaskan aplikasi peduli lindungi. Selain merapkan protokol kesehatan ketat, aplikasi peduli lindungi ini perlu kita implementasikan,” tandasnya. [nm/ted].

Sejumlah Owner, CEO perusahaan yang tergabung dalam CEO Indonesia menghadiri undangan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Apa Reaksi Anda?

Komentar