Iklan Banner Sukun
Ekbis

UMKM Kota Malang Belajar Edukasi Pemasaran Digital dan Layanan Logistik COD

Pelatihan pengenalan dan pemanfaatan platform online & digital dalam kegiatan jual beli oleh pelaku UMKM di Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Perusahaan logistik J-Express (JX) Indonesia dan perusahaan retail e-commerce, JD.ID, bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang. Mereka membuat pelatihan mengenai pengenalan dan pemanfaatan platform online dan digital dalam kegiatan jual beli oleh pelaku UMKM.

Sejumlah materi, diperkenalkan kepada puluhan pelaku UMKM di Kota Malang, diantaranya, pengenalan dan pemanfaatan platform e-commerce dalam kegiatan jual beli. Pengenalan metode transaksi COD sebagai upaya membangun dan membina kepercayaan pelanggan.

“JX bahas packaging, pengiriman dari seller, edukasi soal COD. Kan banyak nih persoalan COD yang banyak belum di pahami, ini kita kasih pengetahuan itu. Lalu, banyak seller yang sudah punya produk, tetapi mereka belum memahami proses logistik,” Senior Media Relations Manager, Adhi Pratama, Selasa, (12/10/2021).

Adhi mengatakan, JD.ID secara spesifik membahas soal strategi marketing online. Kemudian menjelaskan fitur marketing untuk masukan tambahan. Diharapkan pelatihan ini memberikan manfaat bagi pelaku UMKM yang terdampak pandemi.

“Prosentase UMKM yang bergabung di JD.ID sudah lumayan, karena kita ada drop point juga di daerah Malang itu menggambarkan bahwa banyak seller atau ukm yang pakai JD.ID. Prosentase sekira 70 persen, mulai dari makanan, fashion, kerajinan tangan,” ujar Adhi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, Muhamad Sailendra mengatakan, edukasi dan pelatihan ini tujuannya untuk memberikan kesempatan para pelaku usaha terutama UMKM Kota Malang. Supaya semakin berkembang khususnya digitalisasi kegiatan jual-beli, dalam pemanfaatan platform e-commerce.

“Kita dapat melihat bahwa pada saat ini persaingan usaha tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan online dan digital. Kami berharap para seller dapat menerapkan pengetahuan dan informasi yang diperoleh untuk kesehariannya, dapat juga membagikan ilmu tersebut kepada para pelaku UMKM lain-nya. Sehingga UMKM, terlebih yang berada di Kota Malang, semakin terliterasi, berdaya, dan bermanfaat,” papar Sailendra.

Sailendra mengatakan, data yang mereka miliki pelaku UMKM yang memanfaatkan platform digital masih minim. Padahal saat ini penggunaan alat komunikasi sangat mendominasi. Masyarakat erat dengan gadget setiap harinya. Peluang inilah yang harus ditangkap UMKM.

“Secara umum di nasional baru sekitar 15 persen UMKM yang memanfaatkan platform digital. Jadi masih jauh yang belum memakai itu. Pelan-pelan akan kami beri pendampingan untuk memanfaatkan platform ini,” tandasnya. (luc/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar