Ekbis

Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung Petani Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Lebih dari 10 hektar tanaman jagung milik warga di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri terancam gagal panen. Penyebabnya karena diserang oleh hama ulat grayak.

Hama ulat membuat daun tanaman jagung berlubang. Sehingga pertumbuhan tanaman jagung menjadi terganggu. Apabila serangan ini dibiarkan bisa menyebabkan terjadinya gagal panen.

Menanggapi masalah itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri melakukan upaya penanganan. Melalui Petugas PPL, Dinas memberikan bantuan insektisida.

Pengendalian hama melalui pemberian obat ini bertujuan untuk mencegah kerusakan. Tanaman yang masih utuh dapat dilindungi dari serangan ulat grayak. Melalui gerakan pengendalian hama, yang dilakukan pada sore hari, sangat efektif lantaran ulat grayak keluar dari sarangnya sehingga sangat mudah untuk di basmi.

Menurut Ketua Kelompok Tani Desa Paron, Suyitno, serangan ulat grayak terjadi, saat tanaman jagung berumur kisaran 2 minggu. Dirinya mewakili petani lain juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas terkait yang telah membantu obat dalam penanggulangan hama ulat grayak.

Sementara itu menurut, petugas PPL Dispertabun Kabupaten Kediri Yayuk Anisha, pemberian bantuan ini dilakukan setelah melihat dampak serangan dari ulat grayak atau bahasa ilmiah spodoptera.

“Tujuan dari pemberian insektisida agar tak semakin meluas, pemberian insektisida dinilai paling efektif untuk membasmi hama ini,” kata Yayuk Anisha.

Diharapkan setelah asanya gerakan pengendalian hama, para petani jagung dapat menikmati hasil panen tanpa adanya gangguan dari ulat grayak. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar