Ekbis

Tradisi Jawa Tandai Boyongan Pedagang ke Pasar Legi Ponorogo

Kepala Dinas Perdagkum saat memberikan irisan tumpeng ke perwakilan pedagang. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan perwakilan pedagang dengan pihak Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perdagkum) Ponorogo mengadakan acara tasyakuran di dalam bangunan baru Pasar Legi. Acara dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Seperti tradisi di Jawa, diadakan acara selamatan sebelum ditempati. Hari ini diselenggarakan di hall Pasar Legi,” kata Kepala Dinas Perdagkum Ponorogo Addin Andanawarih, Rabu (9/6/2021).

Usai acara selamatan ini, kata Addin pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi per kelompok pedagang tentang teknis boyongannya. Yakni dengan memasukkan pedagang secara bertahap. Dirinya menyebut membutuhkan waktu satu bulan untuk melakukan sosialisasi dan mulai boyongan.

“Insya Allah tanggal 9 Juli nanti Pasar Legi dibuka untuk pengunjung,” katanya.

Bangunan Pasar Legi akan segera difungsikan seiring pedagang yang akan mulai boyongan ke dalamnya. (Foto/Endra Dwiono)

Saat dibuka untuk masyarakat tersebut, Addin menarget pedagang sudah masuk mencapai 50 persen. Sebab, untuk pindahan atau boyongan juga memerlukan waktu yang tidak sebentar. Dia mengambil contoh, pedagang harus membaww lemari atau peralatan lainnya untuk berada di bidak yang diperolehnya.

“Setelah per kelompok dilakukan sosialisasi, baru mulai dilakukan boyongan pedagang,” katanya.

Sementara mengenai pengadaan security dan petugas cleaning service yang diklaim sebagai pemicu tertundanya boyongan, kata Addin kalau tidak ada kendala tanggal 26 Juni nanti sudah mendapatkan hasilnya.

“Lelang untuk security dan cleaning service mudah-mudahan tidak ada kendala,” katanya.

Sementara itu Sujarni, salah satu pedagang mengungkapkan rasa syukurnya, sebab sebentar lagi dirinya dan pedagang lainnya akan pindah ke bangunan pasar yang lebih bagus. Dia berharap, bangunan Pasr Legi yang baru ini memberikan keberkahan untuk masyarakat Ponorogo.

“Memang sempat molor pindahannya, ya kami maklumi. Pihak Perdagkum juga sudah meminta maaf kepada pedagang,” kata Sujarni yang sehari-harinya jualan ikan asin tersebut. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar