Ekbis

Tol Trans Jawa Pengaruhi Bisnis Penerbangan

Foto: Kompas.com

Jember (beritajatim.com) – Pembangunan tol trans Jawa oleh pemerintah sedikit banyak mempengaruhi bisnis penerbangan di Indonesia. Perbedaan harga tiket pesawat dan biaya perjalanan dengan menggunakan tol mempengaruhi cara bertransportasi masyarakat.

“Tol trans Jawa mengurangi minat orang untuk terbang ke kota-kota di Jawa. Misalkan rute Semarang-Surabaya itu langsung mati, karena tiketnya mahal. Sementara sekarang dari Semarang ke Surabaya, bawa mobil hanya tiga jam. Biaya tol sekitar Rp 300 ribu. Kalau satu mobil terisi dua atau tiga orang kan signifikan (penghematannya). Kemudian orang bisa naik bus lagi. Sekarang harga karcis bus jadi murah,” kata Alvin Lie, pengamat penerbangan nasional dan juga anggota Ombusman RI, saat dihubungi via ponsel, Sabtu (19/1/2019).

Alvin Lie mencontohkan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, yang di luar ekspektasi karena selama ini hanya mengandalkan rute Kertajati-Semarang dan Kertajati-Surabaya. “Kementerian Perhubungan juga berulang kali berdiskusi dengan saya. (Mereka mengatakan) ini bandaranya hebat. Saya bilang: bandara sehebat apapun, tidak ada orang beli tiket hanya untuk menikmati bandara, lalu balik lagi. Bandara kan hanya tempat lewat,” katanya.

Alvin setuju bandara dibuat senyaman mungkin untuk penumpang. “Tapi itu kan bukan tujuan. Itu hanya tempat transit dan transfer sambil menunggu penerbangan. Tujuan utamanya ke kota. Bandara harus didukung berbagai daya tarik daerah,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar