Ekbis

Tol KLBM Siap Beroperasi Akhir November Ini

Surabaya (beritajatim.com) – Sempat tertunda target pengoperasiannya karena adanya pembatasan jumlah pekerja saat pendemi, kini pemegang konsesi jalan tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), PT Waskita Bumi Wira, anak usaha PT Waskita Toll Road membuka operasional KLBM.

Namun pengoperasian dilakukan bertahap dari 4 sesi yang sudah dikerjakan, pengoperasian baru akan dilakukan untuk 3 seksi dan diharapkan sudah bisa beroperasi penuh saat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah mengeluarkan surat izin operasinya.

“Kami harap nanti suratnya sudah keluar pada 30 November 2020. Dengan begitu 3 seksi sudah mampu menampung truk-truk sehingga kepadatan di kawasan Krian bisa dikurangi,” ungkap Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira, Norman Hidayat, saat Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk di pintu tol KLBM di Labani, Krian, Selasa (24/11/2020).

3 seksi yang sudah bisa dioperasikan adalah seksi Krian – Kademean, sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Dan seksi ke 2 di Kademean – Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Serta seksi 3 di Boboh – Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen.

“Di Seksi 4 belum bisa berjalan sepenuhnya, yakni baru 20 persen karena kendala pandemi serta masih ada masalah pembebasan lahan,” akunya.

Sementara untuk tarif tol sendiri masih mengaju pada acuan yang dibuat BPJT di tahun 2019 yakni sekitr 1.250 per Km.

Menurut Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, nilai investasi KLBM ini sekitar 12,22 triliun dengan panjang 38,29 Km. Dan tol KLBM ini adalah salah satu dari proyek-proyek pembangunan tol yang ditangani oleh Waskita Karya di Jatim

“Kami dipercaya membangun 3 tol yakni tol Pasuruan – Probolinggo sepanjang 43,75 km dengan nilai investasi Rp 6,36 triliun. Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,05 triliun. Serta KLBM sendiri.

“Tol ini akan jadi backbone logistik Jatim sebab kehadirannya akan memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik ke kawasan industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), yang merupakan kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia dan terbesar di Jatim,” tandas Destiawan.[rea]



Apa Reaksi Anda?

Komentar