Ekbis

Tingkungan Cinta, Spot Selfie Pengedara di Jalur Cangar-Pacet

Mojokerto (beritajatim.com) – Bagi anda yang melewati jalur alternatif Cangar, Kota Batu – Pacet, Kabupaten Mojokerto akan bertemu dengan sebuah jalan yang menikung. Tikungannya lebih dari 90 derajat, tikungan ini disebut juga dengan tikungan cinta.

Karena bentuknya yang menyerupai lambang cinta. Namun ada juga yang menyebut dengan tikungan kutukan karena banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut. Jika tidak berhati-hati atau bagi yang tidak mengusai jalan, kecelakaan bisa terjadi.

Di balik itu semua, ternyata tingkungan tersebut membuat pengedara berhenti sejenak khususnya muda-mudi. Lantaran bentuknya yang unik dan pemandangan di sekitarnya membuat para muda-mudi ini berhenti untuk sekedar mengabadikan foto.

Pasalnya, jalur tersebut berada di perbukitan Gunung Welirang dengan ketinggian mencapai 1100-1200 DPL. Jalur tersebut dipilih karena lebih dekat dibanding harus memutar melewati Kabupaten Malang atau Kabupaten Jombang jika ingin ke Kota Batu atau Kabupaten Mojokerto.

Jalur Cangar-Pacet menjadi favorit karena dengan menempuh jalur tersebut bisa memangkas watu lebih pendek serta terhindar dari kemacetan. Ditambah pemandangan lereng Gunung Welirang dengan hawa dingin menjadi daya tarik tersendiri.

“Memang jalurnya bahaya, apalagi kalau dibuat foto kalau tidak hati-hati karena ada kendaraan yang lewat dari dua jalur tapi sportnya bagus kalau dibuat foto,” ungkap salah satu pengendara, Nandia alrlina Fitri, Sabtu (6/4/2019).

Warga Kabupaten Gresik, memang sengaja berhenti saat melalui jalur tersebut untuk sekedar mengambil foto dengan background tikungan cinta atau tikungan kutukan. Ia bersama tiga orang temannya sengaja datang ke jalur tersebut untuk mengisi liburan.

“Ya karena disini spot dan pemandangannya bagus maka itu saya ke sini. Selain itu banyak teman-teman saya juga ke sini dan berfoto di jalur ini. Hasilnya memang bagus meski membahayakan, di kalangan kaum milenial tikungan ini disebut tikungan cinta,” katanya.

Pengendara lainnya, Suherman justru mempunyai pandangan lain dengan spot foto di jalur tersebut. “Ini kan jelas membahayakan, sebab jika ada kendaraan dari atas atau dari bawah bisa langsung ditabrak. Apalagi di jalur ini, tikungannya sangat tajam,” katanya.

Secara otomatis, lanjut Suherman, banyak pengendara waspada dan fokus. Namun jika tiba-tiba ada yang berdiri di tengah maka akan membuyarkan konsentrasi pengendara dan bisa berakibat kecelakaan jika tidak hati-hati. Sehingga ia menyarankan pengedara tidak berhenti di jalur tersebut.

“Kalau memang pengendara yang melewati jalur ini ingin beristirahat, di jalur Sendi saja disana juga banyak warung dan bisa buat istrahat. Kalau mau ambil foto dengan spot tapi kalau membahayakan diri sendiri dan orang lain, kenapa harus dilakukan,” ujarnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar