Iklan Banner Sukun
Ekbis

Terkait Harga Telur, Disnakkan Magetan Akui Tak Bisa Intervensi

ilustrasi

Magetan (beritajatim.com) – Jeritan hati para peternak ayam petelur sepertinya tak bisa langsung ditangani oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan. Penurunan harga telur berikut dengan kenaikan pakan adalah mekanisme pasar.

“Kami tidak bisa ikut andil secara langsung. Itu sudah diluar kendali kami. Apalagi di tingkat kabupaten. Ini masalah yang perlu kebijakan langsung dari stakeholder di pusat,” terang drh. Nur Haryani, Kepala Disnakkan Magetan, Senin (23/8/2021)

Dia mengakui kalau dinas di kabupaten hanya bisa memberikan informasi mengenai kondisi di daerah. Baik ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Sekaligus, memberi motivasi peternak untuk tetap semangat dan bertahan semampunya.

“Membantu mencarikan link pemasaran jika ada kendala. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang memang kegiatan- kegiatan dibatasi, secara otomatis berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi dan semua sektor juga,” terang Nur.

Dia menyadari kalau kondisi seperti saat ini memang sangat berimbas dan sangat dirasakan. Terutama oleh peternak-peternak kecil. Dimana ternak yang sedikit, pakan juga masih mandiri, dan rata -rata mengandalkan hutang.

Sementara, pihaknya tak bisa mengadopsi kebijakan yang sempat bergulir di tahun 2020 silam. Yakni dengan membeli telur dari beberapa peternak kecil. Telur tersebut lantas diberikan pada nakes untuk penambah gizi. Berikut, juga diberikan pada anggota satgas yang mendukung kinerja nakes dalam penanganan Covid-19.

“Kemarin di awal kita sudah usulkan. Tapi, anggaran pemkab terkuras untuk Covid-19. Jadi, hanya prioritas saja yang diakomodir. Usulan kami belum bisa diwujudkan,” terang Nur. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar