Ekbis

Tergiur Manisnya Untung, Petani Padi Beralih Tanam Jeruk

Mojokerto (beritajatim.com) – Sudah beberapa tahun belakangan ini petani padi di Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto beralih menjadi menanam jeruk. Banyak alasan yang mendasari keputusan para petani ini. Salah satunya, menanam jeruk dinilai bisa meberikan untung besar.

Semua ini berawal dari salah satu masyarakat pendatang bernama Sentot di Desa Jrambe sekitar 10 tahun yang lalu. Setelah percobaan pertama itu sukses akhirnya banyak petani lain yang ingin mencoba hal yang sama. Saat ditemui di kebunnya, Sabtu (20/7/29), Waginem, salah satu petani mengungkapkan bahwa dirinya sejak 2015 memutuskan menanam jeruk. Dia beranggapan bahwa penghasilan yang ia dapat dari jeruk lebih baik.

“Ya sudah empat tahun saya nanam jeruk, kalo padi itu hasilnya sekali aja langsung habis, tapi kalo jeruk itu hasilnya masih bisa digunakan setiap hari. Setiap ada pembeli mendapat penghasilan, jadi tidak nunggu panen raya, ini juga gak perlu setiap hari kesawah. Jeruk sesekali saja dilihat, perawatannya gampang ini,” jelas Waginem dengan detail.

Desa Jrambe di Kecamatan Dlanggu, Mojokerto memang dipandang sukses dalam mengembangkan pertanian jeruk. Pemerintah desa membuktikan dukungannya melalui bantuan bibit bagi para petani jeruk yang ada di desa ini. Tak hanya itu, Waginem mengaku dirinya dan petani jeruk lainnya juga sering mendapat undangan pelatihan. Acarannya biasanya berisi informasi tentang hama dan pupuk buah jeruk. “Biasanya malah ada undangan, itu pernah sampai ke Jombang buat belajar pupuk sama hama jeruk,” tambahnya.

Waginem juga tak memungkiri bahwa buah jeruknya juga sering terserang hama seperti lalat buah, jamur (Bukur), dll. Para petani juga mendapat informasi baru tentang bagaimana pengairan yang bagus untuk buah jeruk. “Buah jeruk lebih cocok jika tanahnya kering, karena akan membuat rasanya semakin manis,” ujar Waginem. [lis/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar